Polda Sumut Periksa Delapan Karyawan PT Gas Antar Santara

oleh -157 views
Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan (2 dari kanan), Kabid Humas, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting (kanan) dan Wadir Reskrimsus, AKBP Maruli Siahaan (2 dari kiri) memaparkan hasil penggerebekan PT GAS yang duga memproduksi gas oplosan.

garudaonline, Medan | Penyidik Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reskrimsus Polda Sumut memeriksa delapan karyawan PT Gas Antar Santara terkait dugaan kasus pengoplosan dari tabung gas ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg.

“Kita masih mengembangkan kasusnya, delapan orang karyawan perusahaan pengoplosan gas itu sudah diperiksa,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting kepada wartawan, Selasa (25/10).

Ditanya soal pemanggilan terhadap oknum yang disebut sebagai pemilik PT Gas Antar Santara, Jalan Sei Belutu, Pasar IX, No 46 Lingkungan I B, Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang, Rina belum bisa memastikan.

Menurut dia, belum ada keterangan atau bukti yang mengindikasikan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus pengoplosan gas bersubsidi tersebut. Penyidik masih menetapkan seorang tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT GAS.

“Belum ada mengarah ke sana (oknum lain, red). Penyidik masih menetapkan seorang tersangka,” tegas Rina.

Sebelumnya, PT GAS Jalan Sei Belutu Pasar IX No 46 Lingkungan I B, Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang digerebek,  Sabtu (22/10/2016) karena diduga melakukan praktik pemidahan (pengoplosan, red) gas bersubsidi ke non subsidi.

“Modus operandinya, memindahkan LPG bersubsidi isi 3 Kg ke LPG No subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg,” jelas Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Wadir Reskrimsus, AKBP Maruli Siahaan, Senin (24/10).

Selain itu, terang Toga, PT GAS juga menyalahgunakan kuota penyaluran LPG yang seharusnya untuk distribusi wilayah Deli Serdang, subsidi diubah menjadi non sub subsidi dijual ke pasar bebas (non subsidi) dengan maksud melipat gandakan keuntungan di luar ketentuan yang berlaku. Setiap harinya, PT GAS memperoleh subsidi 800 tabung gas 3 kg.

Dalam kasus ini, kata Toga, pihaknya menetapkan seorang tersangka atas nama Asido Sitanggang (46), warga Jalan Sikambing Gang Pattimura, No 30 BB, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Medan yang bertindak sebagai Direktur Utama (Dirut) PT GAS.

“Para pekerja pangkalan gas LPG tersebut tidak bisa menunjukkan izin usaha pemindahan dari tabung gas ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg,” terang Toga. (g/01)

Berikan Komentar