Polda Sumut Ungkap Sindikat Curanmor Antarprovinsi

oleh -520 views
Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah didampingi AKBP Faisal Napitupulu melihat tersangka memperagakan tersangka mematahkan kunci stang sepeda motor, Kamis (22/12/2016).

garudaonline – Medan | Personel Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antarprovinsi.

Dari pengungkapan itu, lima orang tersangka diringkus dari tempat terpisah berikut berbagai barang buktinya. Kini, petugas tengah memburu dua pelaku lain yang telah diketahui identitasnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Faisal Napitupulu dan Kasubdit Penmas, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, selain curanmor, kelima tersangka juga terlibat aksi pembegalan.

“Kelima tersangka ini sindikat curanmor. Mereka sering barter, hasil curian dari Medan dijual ke Aceh dan begitu sebaliknya. Dua pelaku lagi sedang kita buru,” ujar Nur Fallah kepada wartawan, Kamis (22/12/2016).

Dijelaskan Fallah, lima tersangka ditangkap yang bertindak sebagai eksekutor adalah, Acong Mulia Pranata Munthe (15), Viktor Silitonga alias Herman (15) dan Muba Irwansyah Marbun (24), ketiganya warga Pasar III Gang Pratama, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

Sedangkan dua penadah atau perantara penjualan sepeda motor curian tersebut adalah, Dedi Santoso alias Tedy (34), warga Jalan TB Simatupang Pasar IV Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan dan Jontara Gurning (27), warga Pasar III Gang Pertama, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

Diterangkannya, ketiga eksekutor beraksi terhadap kediaman Gabriel Yusuf Roni Purba di Jalan Pasar I Tapian Nauli, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan pada Kamis (15/12) dini hari. Korban kehilangan sepeda motor Yamaha Vixion putih nomor polisi BK 6433 AFK berikut HP dan laptop.

Ketiga tersangka masuk ke diaman korban setelah memanjat tembok dan mengambil kunci yang masih tergantung di pintu. Sepeda motor itu diletakkan korban dalam kondisi terkunci. Kasus itu kemudian dilaporkan korban ke Mapolsek Sunggal dengan LP/2006/K/XII/2016/SPKT Polsek Sunggal.

“Mereka sudah beraksi di beberapa titik, dan laporan korbannya lebih dari satu. Di antaranya mereka beraksi di Kompleks USU, Asrama USU, Tasbih I, Jalan Setia Budi dan wilayah Polrestabes Medan lainnya,” terang Nur Fallah.

Dia mengungkapkan, sindikat itu terbongkar setelah dua tersangka, yakni Muba dan Dedi terjaring razia petugas Polsek Aceh Timur ketika hendak menjual Vixion curian tersebut. Penangkapan itu selanjutnya dikembangkan hingga tiga maling sepeda motor yang merupakan penjahat kambuhan tersebut diringkus.

“Mereka ini merupakan residivis dalam kasus pembegalan dan curanmor,” pungkas Nur Fallah.

Dari para tersangka disita barang bukti empat unit sepeda motor, kunci pas untuk melukai korban, kunci leter T, laptop dan sejumlah uang.

(g/10)

Berikan Komentar