Poldasu Ungkap Judi Tembak Ikan di Lubuk Pakam

oleh -474 views
Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu (kiri) perlihatkan barang bukti judi tembak ikan, Selasa (6/12).

garudaonline – ‪Medan | Subdit III/Jahtanras Dit Reskrimum Poldasu mengungkap praktik judi ketangkasan (tembak ikan) Super 88 beromzet Rp 20 juta perhari di Jalan Tengku Fahruddin Kelurahan Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Pol Nurfallah melalui Kasubit III/ Jatanras, AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kanit VC, Kompol Syaprizal Asrul, Selasa (6/12) menjelaskan, terungkapnya praktik judi ketangkasan ini berdasarkan informasi masyarakat hingga dilakukan penyelidikan.

“Dari lokasi ada 17 orang yang kita tangkap. Namun setelah lakukan pemeriksaan hanya 8 orang yang terbukti terlibat dalam kasus ini,” jelas Faisal.‬

Ke-8 orang yang diamankan masing-masing, DS alias KS (36)  warga Jalan Tengku Fahrudin Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang berperan sebagai bandar/pengelola, C alias D (32) warga Jalan Perbatasan Komplek Deli Baru Kelurahan Lubuk Pakam Pekan, Deli Serdang berperan sebagai pengelola dan pendaur ulang tiket.‬

Selanjutnya, J alias A (26) warga Jalan Tengku Fahruddin, Kelurahan Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang berperan sebagai teknisi dan humas. A (32) warga Jalan Ahmad Yani Kelurahan Paluh Kemiri Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang berperan sebagai penukar voucer.‬

Kemudian, dua kasir masing-masing SN alias D (18) dan IY alias I,  keduannya warga Jalan Purwo Bakaran Batu Dusun IV Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.‬

Dua pemain masing-masing KS alias S (46) warga Jalan Sutomo Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang dan KK bin A (51) warga Jalan Perbatasan Desa Bakaran Batu Komplek Pakam Permai Kelurahan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.‬

Bersama tersangka diamankan barang bukti yang juga dijadikan modus hadiah di antaranya, 2 unit sepeda motor, uang tunai Rp 7,5 juta, 16 unit mesin tembak gambar ikan, 5000 lembar tiket mesin, 1000 koin dan 12 blok kupon undian.‬

“Dari informasi yang kita terima praktik judi ini sudah berlangsung setahun lamanya dengan omzet antara Rp 10 sampai Rp 20 juta/hari. Modus judi tebak gambar ini dilakukan dengan cara membeli koin dari kasir setelah menang ditukar menjadi voucer kemudian ditukarkan kembali ke kasir dengan uang,” urai Faisal.‬

Atas kasus ini para pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 303 ayat 1 ke 2e Subs Pasal 303 Bis KUHPidana tentang Perjudian.

(g/10)

Berikan Komentar