Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan Penistaan Agama di Tapsel

oleh -607 views

garudaonline, Medan | Sebulan berlalu bentrok berbau SARA di perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Senin (20/9) lalu, polisi akhirnya menangkap dalang dugaan kerusuhan tersebut.

Tersangka AB Silitonga (16), warga Desa Purbatua Kecamatan Tantom Angkola Kabupaten Tapsel telah membajak akun facebook (FB) milik Toni Darius Sitorus hingga terjadi bentrokan.

“Saudara AB Silitonga juga telah menggunakan dua akun FB miliknya untuk melakukan penistaan agama islam,” sebut Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting kepada wartawan, Jumat (21/10).

Kini, kata dia, polisi telah menerbitkan surat pelaporan terhadap AB Silitonga, atas nama Jama K Purba.

“Polres Tapsel dan Tim Cyber Crime Polda Sumut, telah menerbitkan laporan saudara AB Silitonga dengan Nomor : 143/X/2016/SU/Tapsel/Reskrim tanggal 20 Oktober 2016. Pasal yang dipersangkakan Pasal 28(2) UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 156a (a) KUHPidana,” terang Rina.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, satu bundel hasil screen shoot akun facebook Ari Bangga dengan foto profil menggunakan baju merah dan kaca mata hitam, satu bundel hasil screen shoot akun facebook Ari Bangga dengan foto profil baju kaos oblong warna abu-abu berkerah hitam sambil mengangkat tangan, satu unit HP merek Advan hitam dan satu unit HP hijau.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” kata Rina.

Sebelumnya, bentrok tiga desa terjadi karena terprovokasi pelecehan Agama Islam melalui sosial media (sosmed). Akibat provokasi SARA tersebut, empat warga Tapsel menjadi korban. Dua di antaranya terkena tembakan, atas nama Bargot Pulungan (35) dan Saripada Nasution, warga Desa Aekbadak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel.

Dua korban lainnya mengalami luka ringan, yakni Zul Lubis (19), warga Desa Aekbadak dan Idris Nasution (36) warga Desa Aekbadak Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel.

Selain korban, peristiwa itu juga mengakibatkan 4 rumah warga rusak masing-masing milik Pahami Siagian (65) di Desa Hutapardomuan, Alarik Nainggolan (65), Marojohan Simangunsong (74) dan Marjulu Hasiholan (84). (g/10)

Berikan Komentar