Polisi Tembak Perampok dan Pemerkosa Mahasiswi UMA

oleh -551 views
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, didampingi Kasatreskrim Kompol Fahrizal SIK memaparkan hasil tangkapan tersangka kasus perampokan dan pemerkosaan Mahasiswi UMA.

garudaonline, Medan | Personel Reskrim Polrestabes Medan menembak kaki tersangka perampok dan pemerkosa mahasiswi Universitas Medan Area (UMA), MA (20) warga Kebun Gunung Para, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Minggu (16/10).

Tersangka ES (42) warga Jalan Angkola Desa Martoba, Kecamatan Siantar Utara ini diberik tindakan tegas terukur karena melawan saat akan ditangkap di sebuah rumah kos, Jalan Stela Raya, Kompleks Kejaksaan, Kelurahan Selayang, Kecamatan Medan Selayang.

“Pada 3 September lalu, korban naik taksi gelap (plat hitam-red) yang dikemudikan tersangka dari Baja Lingge, Kecamatan Dolok Merawan, Sergai. Di kendaraan roda empat itu, ada lima penumpang lain menuju ke Medan,” terang Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasatreskrim Kompol Fahrizal, Senin (17/10).

Namun, kata Mardiaz, lima penumpang itu sudah turun di Tanjungmorawa dan Terminal Amplas. Sedangkan korban masih berada di mobil tersebut.

Sesampai di Medan, kata Mardiaz, pelaku membujuk korban untuk menjemput adiknya di Simpang Melati. Namun ternyata itu hanya tipuan, tersangka kemudian membawa MA ke Glugur Rimbun, Kutalimbaru, Deliserdang.

Ketika di lokasi sepi, bilangnya, ES mengambil obeng dan menodongkannya ke leher korban‎. Tak hanya itu, mulut korban juga ditutup lakban, sedangkan tubuhnya diikat.

“Tersangka kemudian mengambil paksa barang berharga milik MA berupa telepon genggam, uang tunai Rp2,5 juta serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM),” imbuh mantan Kapolres Madina ini.

Dalam keadaan mulut tertutup dan tubuh diikat, korban dibawa ke Jalan Gaperta. Pelaku turun di mesin ATM dan mengambil uang tunai. Selanjutnya, MA dibawa ke jalan Gagak Hitam/Ringroad. Di situ seluruh pakaian wanita cantik tersebut dikoyak-koyak menggunakan cutter.

“Tersangka ES mencabuli serta menjamah seluruh tubuh korban,” kata Mardiaz.

Setelah puas, tersangka yang juga mantan narapidana kasus penipuan ini membawa korbannya ke Jalan Simalingkar B, tak jauh dari Kebun Binatang. Perlakuan tak senonoh kembali dilakukannya hingga puas.

Guna menghilangkan identitas, korban dibawa ke Jalan Binjai dan dipaksa turun. Sebelumnya MA dipaksa memakai baju dan mukena.

Korban, sambung Fahrizal, dalam keadaan tak sadarkan diri ditemukan penduduk sekitar dan dibantu memulihkan kesehatannya.

Kemudian peristiwa ini dilaporkan MA diwakili Suharningsih dengan bukti LP/2132/K/IX/2016/SPKT Resta Medan, 5 September tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Berangkat dari laporan itu, ‎kata dia, mereka melakukan penyidikan. Diakuinya, petugas sempat mengalami sedikit kesulitan sebab korban tak ingat nomor kendaraan yang dikemudikan tersangka.

“Tetapi dari berbagai informasi, akhirnya diketahui keberadaan tersangka. Sayang, saat hendak ditangkap, yang bersangkutan coba melarikan diri. Akhirnya tindakan tegas berupa tembakan terarah ke betis kanan ES pun dilakukan,” tegas Fahrizal.

Dari penangkapan itu, sebutnya, petugas menyita barang bukti berupa satu telepon genggam, baju kemeja koyak, sandal jepit coklat, celana pendek hitam, dua jilbab, beberapa jenis pakaian dalam dan lainnya.

“Tersangka kami jerat Pasal 365 ayat (2) ke 1 e Junto Pasal 285 atau 293 KUHPidana, dengan ancaman minimal lima tahun penjara,” ujarnya.

Di kesempatan itu, kepada Kapolrestabes dan ‎Kasat Reskrim membantah dirinya telah melakukan pemerkosaan.

“Saya tidak ada memerkosa korban, tapi hanya mencabulinya,” aku pria pemilik tiga anak ini. (g/01)

Berikan Komentar