Politikus PAN: Jangan Paksa Polisi Penjarakan Ahok!

oleh -178 views

garudaonline – Jakarta | Partai Amanat Nasional (PAN) menentang keras rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang yang akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi mempertanyakan alasan aksi unjuk rasa yang mengaku ingin menuntut proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Untuk apa lagi? Kan sudah dijadikan tersangka. Masak kurang puas,” kata Viva saat acara diskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Viva mengatakan, kriteria untuk menahan sesorang yakni, adanya kecenderungan Ahok melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan melakukan tindak pidana lagi.

“Nanti masyarakat kan bisa lihat, apakah Ahok bisa melakukan itu apa tidak,” tutur anggota DPR komisi IV ini.

Ia sendiri menyebut, polisi sudah bekerja dengan baik dengan menetapkan status tersangka untuk Ahok. Kini, ia berharap agar masyarakat bersabar dan tidak mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung.

“PAN meminta agar masyarakat tidak memaksa-maksa polisi untuk memenjarakan Ahok. Kita tunggu saja hasilnya, kan kita semua bisa mengawasi,” tuturnya.

Seperti diketahui, GNPF-MUI akan menggelar aksi Bela Islam III pada tanggal 2 Desember 2016 dengan judul aksi damai dan doa untuk negeri.(BS)

Berikan Komentar