Polres Sergai Ungkap Kasus Pembunuhan WN Malaysia

oleh -675 views
Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto, didampingi Kasubdit I Jatanras AKBP Faizal Napitupulu, Kasatreskrim AKP Aron TTS serta Kasubbag Humas AKP Jasmoro merilis pengungkapan kasus pembunuhan WN Malaysia, Sabtu (26/11/2016) di Mapolres Sergai.

garudaonline, Sergai | Personel Satreskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan WN Malaysia, Mohd Ladzim Bin Abdullah yang mayatnya ditemukan di Dusun III Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Rabu (16/11/2016).

Kedua tersangka antara lain Ridwan alias Iwan (41) warga Jalan Beringin Pasar III Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara dan M Fahmi (26) warga Dusun IV Desa Mesjid Lima, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara.

Kedua tersangka ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Sergai dengan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut di Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara pada Sabtu (26/11/2016) dini hari.

Dalam penangkapan itu, tim juga mengamankan barang bukti satu unit mobil avanza, satu unit HP merk Advan, satu unit HP merk Bellphone dan sebuah jam tangan merk Sport milik korban.

“Akhirnya setelah 10 hari penyelidikan, tertangkaplah kedua tersangka di Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara,” ucap Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto, didampingi Kasubdit I Jatanras AKBP Faizal Napitupulu dan Kasat Reskrim AKP Aron TTS serta Kasubbag Humas AKP Jasmoro, Sabtu (26/11/2016) di Mapolres Sergai.

Dalam kasus ini, jenazah dibuang kedua pelaku di sebuah parit Dusun III Desa Liberia Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Petugas Polsek Teluk Mengkudu yang menemukan informasi dari masyarakat mengenai penemuan mayar itu lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Sesaat akan dilakukan autopsi ditemukan pada saku celana korban secarik kertas pesanan tiket pesawat dari Malaysia tujuan Indonesia atas nama Mohd Ladzim Bin Abdullah. Berbekal informasi itulah, Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai melakukan penyelidikan dan bekerja sama dengan Subdit I Jatanras Polda Sumut.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka diancam dengan Pasal 338 subs 365 (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Fidel)

Berikan Komentar