Polsek Delitua Ungkap Kasus Curat Modus Bongkar Rumah

oleh -492 views
Pengadilen Tarigan alias Datuk, tersangka pelaku curat modus bongkar rumah diamankan polisi.

garudaonline – Medan | Personel Reskrim Polsek Delitua berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) modus bongkar rumah, sekaligus menangkap pelaku dan menyita barang buktinya.

Pelaku yang merupakan mantan residivis dalam kasus yang sama itu bernama Pengadilen Tarigan alias Datuk (33) warga Jalan Jamin Ginting Gang Bunga Malem VIII, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.

“Tersangka ditangkap pada Sabtu (3/12/2016), tak jauh dari kediamannya,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Delitua, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wira Prayatna SH SIK, Senin (5/12/2016).

Dijelaskan, aksi pencurian tersangka dilakukan pada, Selasa (25/10/2016) sekira pukul 09.30 WIB, di rumah kontrakan korban Setia Tumanggor (22) di Jalan Bunga Malem VII, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Pagi itu sebelum berangkat kuliah, korban terlebih dahulu menjemur pakian di depan rumahnya. Usai menjemur pakian, korban melihat pelaku keluar dari kamarnya. Lalu korban bertanya kepada pelaku, ‘ngapain masuk’?.

Lalu dijawab oleh pelaku, ‘aku kawan temanmu’ (maksut pelaku teman satu rumah kontrakan dengan korban). Karena korban takut, dia diam saja. Lalu pelaku keluar dari puntu belakang, sedangkan korban masuk ke kamarnya dan melihat 2 unit handphonenya sudah tidak ada lagi,” terang Wira.

Sadar handphonenya dicuri pelaku, korban lantas berteriak maling sehingga warga berdatangan. Kepada warga korban bercerita bahwa 2 handphone dicuri pelaku. Setelah kejadian korban melapor ke Polsek Delitua.

“Berdasarkan hasil lidik diketahui pelaku atas nama Datuk dan pada Sabtu (3/12/2016), tersangka Datuk berhasil kita ditangkap. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya.

Dalam keterangannya, tersangka mengaku masuk ke rumah kontrakan korban dengan cara mencongkel pintu belakang menggunakan besi. Kalau handphone korban telah ia jual melalui temanya yang bernama Ade seharga Rp800 ribu.

Tersangka juga mengaku pada 2013 lalu pernah melakukan pencurian handphone di Ladang Bambu dan pada saat itu dia menjalani hukuman selama tujuh bulan di Tanjung Gusta,” jelas Wira.

(g/01)

Berikan Komentar