Polsek Medan Baru Tangkap Empat Anggota Komplotan Begal Sadis

oleh -1.056 views

garudaonline,medan | Personel Reskrim Polsek Medan Baru, Polresta Medan berhasil menangkap empat anggota komplotan begal sadis yang menewaskan dua orang korbannya.

Para tersangka ditangkap di lokasi dan waktu berbeda. Dalam penangkapan itu, polisi terpaksa menembak kaki salah seorang tersangka lantaran melawan saat akan ditangkap.

“Satu tersangka yang kita berikan tindakan tegas terukur adalah Jimmy Prawira (24) warga Jalan Kelambir V. Dia merupakan residivis dalam kasus perampokan di Medan Baru dan Sunggal.

Di Medan Baru perannya sebagai ‘pemerik’ atau tarik tak korban, sedangkan di Sunggal sebagai joki atau yang mengendarai sepeda motor,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic melalui pesan singkat
WhatsApp, Sabtu (24/9).

Sedangkan tiga anggota komplotan tersangka lainnya yang turut ditangkap, sambung Ronni, Rahman Efendi (18) warga KM 12 Sunggal, Arif Zulfu Husni (19), mahasiswa salah satu PTS warga Jalan Gaperta Ujung, dan Nanang (20) warga Sukadono Helvetia.

“Dalam pemeriksaan komplotan ini mengakui melakukan aksi pembegalan di depan toko buku Gramedia, Jalan Gajah Mada, Medan, 2 September 2016 sekira pukul 19.00 WIB,” ujar Ronni.

Di lokasi itu, kata Ronni, para tersangka menjambret tas korbannya
Helen (43) warga Jalan Labu, Medan. Saat itu
korban dari Ringroad dengan menaiki angkot hendak pulang. Setelah sampai di Jalan Gajah Mada depan Gramedia, korban turun dari angkot dan hendak berjalan kaki.

Tiba-tiba dari arah belakang tas korban ditarik oleh tersangka yang mengendarai sepeda motor. Akibatnya korban terjatuh dan tewas setelah dirawat di RS Martha Friska selama sepekan.

Aksi begal sebelumnya dilalukan para tersangka di depan Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto, Medan pada 20 September 2015 sekira pukuk 14.00 WIB lalu.
Di lokasi itu, komplotan ini menjambret tas korbanya Endang Sulastri Sihombing.

“Korban ini merupakan pegawai harian lepas (PHL) Polsek Medan Baru. Dia juga meninggal setelah dijambret para tersangka. Saat itu korban naik becak bermotor sama ibunya Farma dari Helvetia hendak ke Kampung Lalang. Setibanya di TKP, dari arah belakang tersangka merampas tas korban hingga korban terjatuh dan meninggal dunia.

“Peran tersangka Rahman di Sunggal sebagai ‘pemetik’. Sedangkan tersangka Arif di Medan Baru sebagai joki, dan Nanang turut membantu serta menikmati hasil kejahatan,” terang Ronni.

“Terhadap para tersangka masih kita lakukan pemeriksaa . Mereka kita persangkakan dengan Pasal
365 ayat (3) KUHPidana,” tutup Ronni. (Iwan)

Berikan Komentar