POM AU Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan Jurnalis Medan

oleh -143 views
?????????????????????????????????????????????????????????

garudaonline, Medan | Polisi Militer (POM) Angkatan Udara (AU) Lanud Soewondo akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penganiayaan jurnalis dan penghalangan peliputan konflik di Sari Rejo. Kedua tersangka yang merupakan personil TNI AU itu juga dilakukan penahanan.

Komandan Satuan POM AU Lanud Soewondo Mayor Nicolas Sinaga menerangkan, dua orang tersangka itu diduga melakukan tindak kejahatan penganiayaan terhadap Array A Argus jurnalis Tribun Medan.

“Sudah ada dua orang tersangka. Tapi kami belum dapat mengungkap identitas kedua tersangka. Jika sudah ada petunjuk dari atasan kami akan segera buka identitasnya,” kata Nicolas di Markas Lanud Soewondo, Rabu (19/10/2016).

Nicolas mengatakan mengenai perkembangan kasus dari pelaporan jurnalis lainnya, masih dalam proses. Dia membantah tudingan yang menyebutkan bahwa POM AU tidak serius dalam menangani kasus kekerasan ini.

“Tidak ada yang tidak di proses. Kita mau semuanya bisa cepat selesai. Kita tidak dapat secara terbuka mengungkapkan progress dari penyelidikan dan penyidikan yang dikerjakan,” urainya.

Adapun pada Rabu (19/10/2016) Array A Argus dan Teddy Akbari (Harian Sumut Pos) memenuhi pemanggilan penyidik Satuan POM AU Lanud Soewondo, guna didegar keterangannya sebagai saksi.

Saat memenuhi panggilan, kedua korbn didampingi kuasa hukum dari LBH Medan, Aidil Aditya, Armada Sihite dan Marganda Sitorus. Selain itu hadir juga perwakilan dari Tim Advokasi Pers Sumut.

Kuasa Hukum Tim Advokasi Sumut, Aidil Aditya mengharapkan penyidik menyampaikan perkembangan kasus itu dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan HasilPenyidikan. Dia juga meminta penyidik mencurahkan perhatian yang sama untuk empat laporan wartawan lain yang dihalang-halangi oknum TNI AU saat meliput.

“Kasus yang menimpa Array, seharusnya segera bisa disidangkan. Sementara kasus yang lain, menurut POM AU, masih dalam penyelidikan. Tapi, ini pun kami masih belum jelas penyelidikannya sudah sampai mana,” ujarnya. (Fidel)

Berikan Komentar