Pria Bersangkur Brimob Terjaring Razia di Depan Indosat

oleh -711 views
Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu M Ainul Yaqin SIK (kiri) memperlihatkan barang bukti senjata tajam (sajam) jenis sangkur Brimob dan samurai milik pengendara sepeda motor yang terjaring razia di depan Kantor Indosat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.
 Pria bersangkur Brimob yang terjaring razia Polsek Medan Timur, tadi malam

Pria bersangkur Brimob yang terjaring razia Polsek Medan Timur, tadi malam

 garudaonline, Medan | Seorang pria diamankan personel Polsek Medan Timur karena kedapatan membawa sebilah sangkur Brimob dan samurai saat melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, persis di depan Kantor Indosat, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (5/11/2016) sekira pukul 21.45 WIB.

Saat diamankan, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning services) berinisial RN (26) warga Jalan Kapten Muslim Gang Pertama Lingungan 9, Medan ini mengenakan jaket hitam berlogo Brimob. Darinya juga didapat sebuah borgol.

Kapolsek Medan Timur, Kompol BL Malau SIK didampingi Kanit Reskrimnya Iptu M Ainul Yaqin SIK menjelaskan, penangkapan itu merupakan hasil razia rutin yang dilakukan pihaknya untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan (street crimes).

“Pada saat razia, anggota mencurigai tersangka lalu dilakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen, sepeda motor termasuk pemeriksaan badan tersangka.

sangkur-brimob-1
Barang bukti sangkur Brimob dan samurai yang milik tersangka disita sebagai barang bukti

Hasilnya, kami temukan sebilah sangkur Brimob yang terselip di pinggang tersangka, sebilah sangkur ukuran 40 centimeter tergantung di sepeda motor Supra X BK 2015 US tersangka, sebuah borgol dan 2 plat BK asli.

Plat BK yang terpasang di sepeda motor tersangka itu malah yang palsu dan untuk sepeda motor juga tak dilengkapi dengan dokumen. Guna dilakukan pemeriksaan, tersangka berikut barang buktinya kita amankan di kantor,” terang Malau.

Terhadap tersangka, sambung Malau, dipersangkakan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam (sajam). (g/01)

Berikan Komentar