Produk Cina Dominasi Hasil Tangkapan Balai POM Medan

oleh -597 views

garudaonline – Medan | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengamankan 346 jenis produk obat dan makanan illegal dari berbagai lokasi yang sempat dipasarkan ke masyarakat. Namun produk illegal asal Cina mendominasi, yakni sekitar 50 persen, selebihnya dari Jepang, Taiwan, Korea dan lainnya.

Kepala BBPOM Medan, Alibata, mengatakan produk-produk yang dimusnahkan itu berjumlah 346 jenis produk, dengan kemasan 396.849 yang terdiri dari 122 jenis jamu tradisional atau 30.791 kemasan, 164 jenis Kosmetika atau 27.781 kemasan dan 60 jenis pangan atau 338.277 kemasan.

“Masyarakat kita beranggapan seolah-olah produk luar negeri itu kualitasnya sudah hebat, namun belum tentu cocok dipakai oleh kita. Sehingga perlu diwaspadai, apalagi jika produk tersebut tidak diawasi langsung oleh BBPOM,” kata Kepala BBPOM Medan, Alibata, saat Pemusnahan Obat dan Makanan Illegal Hasil Pengawasan BBPOM, Selasa (13/12/2016).

Dia mengatakan semua produk yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengawasan terhadap 25 sarana dari tahun 2015 sampai 2016. Jika dilihat dari nilai produk tersebut, nilainya mencapai Rp 6.495.949.000.

“Ini adalah periode pemusnahan tahap II, sedangkan pemusnahan tahap I telah dilaksanakan pada 19 September 2016, dengan total nilai ekonominya sebesar Rp 1.727.138.000, sehingga totalnya mencapai Rp 8.223.087.000,” terang Alibata.

Diterangkannya, hasil Pengawasan BBPOM di Medan selama 2015, menunjukkan bahwa pelanggaran di bidang obat dan makanan didominasi oleh temuan obat tradisional dan kosmetik tanpa ijin edar. Selama periode tersebut, BBPOM medan telah menangani 19 kasus yang ditindaklanjuti secara Projustitia.

“Ada 20 kasus P21, di antaranya 18 kasus tahap II dilimpahkan ke pengadilan dan satu kasus akan diserahkan ke JPU dan satu kasus melarikan diri. Selanjutnya tahun 2016, BBPOM Medan telah menangani 19 kasus. Di antaranya 11 kasus telah P21, 1 kasus P19,1 kasus tahap I dan 6 kasus masih dalam proses penyidikan,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa izin edar, atau yang palsu. Mengenai produk-produk obat dan makanan yang dijual secara online, BBPOM telah melakukan pengawasan terhadap 300 lebih obat dan makanan yang dijual secara online di seluruh Indonesia oleh BBPOM.

“BBPOM telah meminta kepada Menteri Kominfo untuk memblokir situs-situs bisnis jual beli produk obat dan makanan secara online. Perlu juga kita sampaikan bahwa, setiap tahunnya kita melakukan Operasi Pangea, yang dilakukan serentak di seluruh dunia dengan anggotanya 180 negara, untuk melakukan penertiban baik online maupun tradisional terhadap produk atau makanan illegal,” terang Alibata.

(Fidel)

Berikan Komentar