Produksi Gas Oplosan, PT Gas Antar Santara Digerebek

oleh -132 views
Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan (2 dari kanan), Kabid Humas, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting (kanan) dan Wadir Reskrimsus, AKBP Maruli Siahaan (2 dari kiri) memaparkan hasil penggerebekan PT GAS yang duga memproduksi gas oplosan.

garudaonline – Medan | PT Gas Antar Santara (GAS), Jalan Sei Belutu Pasar IX Lingkungan I B, Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang digerebek personel Subdit IV/Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut karena diduga memproduksi gas oplosan.

“Modus operandinya, memindahkan LPG bersubsidi isi 3 Kg ke LPG No subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg,” jelas Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Toga H Panjaitan didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Wadir Reskrimsus, AKBP Maruli Siahaan, Senin (24/10).

Selain itu, terang Toga, PT GAS juga menyalahgunakan kuota penyaluran LPG yang seharusnya untuk distribusi wilayah Deli Serdang, subsidi diubah menjadi non sub subsidi dijual ke pasar bebas (non subsidi) dengan maksud melipat gandakan keuntungan di luar ketentuan yang berlaku. Setiap harinya, PT GAS memperoleh subsidi 800 tabung gas 3 kg.

Dalam kasus ini, kata Toga, pihaknya menetapkan seorang tersangka atas nama Asido Sitanggang (46), warga Jalan Sikambing Gang Pattimura, No 30 BB, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Medan yang bertindak sebagai Direktur Utama (Dirut) PT GAS.

“Para pekerja pangkalan gas LPG tersebut tidak bisa menunjukkan izin usaha pemindahan dari tabung gas ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg,” terang Toga.

Ditanya soal indikasi keterlibat oknum DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, IA, Toga menyatakan masih dalam proses pengembangan penyidikan.

“Yang jelas masih satu orang tersangka yang kita tetapkan. Tentang keterlibatan oknum DPRD masih kita selidiki,” ujar Toga.

Toga menyebutkan, untuk membuktikan keterlibatan IA, pihaknya akan memanggil dan memeriksa notaris yang membuat akte PT GAS.

“Untuk mengetahui keterlibatan anggota dewan itu, kita panggillah dulu notaris yang membuat akte perusahaan itu,” imbuhnya.

Sementara, tersangka Asido Sitanggang mengakui, usaha yang dikelolanya itu merupakan milik oknum DPRD Sumut, IA. PT GAS sudah beroperasi selama tiga bulan dan keuntungan Rp6 juta setiap bulannya.

Dari pengungkapan kasus pengoplosan gas tersebut, pihaknya menyita di antaranya tiga buku laporan kas keungan dan pengeluarah serta penjualan tabung (LPG) 12 kg dan 50 kg, 2 bon faktur dengan logo PT Pico Gas Agen Resmi Pertamina, uang hasil penjualan Rp 7,2 juta, 10 alat suntik, 1 timbangan, 795 tabung gas 3 kg, 79 tabung gas 12 kg dan 16 tabung gas 50 kg dan lain-lain.

Tersangka dijerat Pasal 6 ayat 1 huruf b Jo Pasal 1 ke 3e Undang-undang Darurat No 7/Drt/1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 8 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 8 tahun 1962 tentang Barang-barang Dalam Pengawasan Jo Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 19 tahun 2004 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 11 tahun 1962. (g/10)

Berikan Komentar