Putusan Dinilai Berpihak, MA Periksa Hakim PN Medan

oleh -378 views

garudaonline, Medan | Tiga Hakim dari Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jalan Pengadilan, Selasa (15/11/2016).

Kedatangan tiga hakim dan satu panitera ini guna menanggapi laporan Lestari Ningrum Nasution dalam putusan kasus perdata menggugat PT Federal International Finance (FIF) Group Cabang Medan Tembung.‬

Pada perkara ini, Lestari Ningrum Nasution melaporkan majelis hakim Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) pada PN Medan yang diketuai Jamaluddin dan dua hakim anggota masing-masing Christina NM Tobing dan Nurmansyah ke MA. Ia menganggap putusan hakim tidak objektif dan berpihak.‬

Saat ditanyakan tujuan kedatangannya ke PN Medan, para hakim pengawas ini terkesan menutup-nutupi.

“Kami datang ke sini cuma pengawasan rutin saja. Semua akan kami datangi seluruh PN di Sumatera Utara secara bergilir,” kata Ketua Majelis Hakim, Asnawati.‬

Dari penuturan Lestari Ningrum Nasution yang saat itu didampingi tim kuasa hukumnya Pransisko Nainggolan SH MH dan Superry Daniel Sitompul SH menyebut, ia datang ke PN Medan atas panggilan pengadilan untuk menghadiri sidang atas laporannya ke MA.

“Tadi laporan saya ditanggapi Mahkamah Agung. Ada 4 orang yang datang, tiga hakim dan satu panitera. Ketua timnya itu perempuan namanya Asnawati. Ada beberapa pertanyaan yang dicerca kepada saya terkait laporan saya,” kata Lestari di PN Medan.

Sementara itu, Superry menambahkan, kliennya dulu bekerja sebagai kasir di PT FIF. Menurut Superry, perkara kliennya No.151/Pdt.Sus/ 2015/PN.MDN dengan pihak tergugat PT FIF Group Cabang Medan Tembung.‬

Saat putusan, Pransisko menyebut hakim telah berpihak terhadap PT FIF yang telah memecatnya secara tidak wajar. Ia menilai, hakim juga tidak objektif. ‬Putusan perkaranya seharusnya pada Rabu 2 Maret 2016, namun dengan sengaja Hakim mencantumkan di dalam putusannya pada Senin 22 Februari 2016. Kemudian diubah lagi menjadi Kamis 3 Maret 2016.

“Hal ini yang menyulitkan kami dalam mengajukan upaya hukum kasasi di kepaniteraan PHI pada PN Medan,” sebut Pransisko.‬

Selain itu, Pransisko menyebut, hakim dalam putusannya dengan sengaja tidak menyertakan keterangan dua saksi yang dihadirkannya di persidangan. Padahal, kedua saksi tersebut telah disumpah menurut kepercayaannya.‬

“Jadinya kan seolah-olah saya tidak punya saksi. Padahal, jelas-jelas di persidangan dua saksi saya yang bernama Nanda Agus Susanto Nasution dan Rustam Prasetyo sudah didengarkan keterangannya. Kenapa hakim dalam putusannya tidak menyertakan keterangan saksi ?,” ujarnya.‬

Sementara itu, Humas PN Medan, Erintuah Damanik membenarkan pemeriksaan tersebut.

“Ia benar. Ada hakim yang diperiksa pihak pengawasan MA hari ini,” singkatnya. (Endang)

Berikan Komentar