Ramadhan Pohan Dinilai Lakukan Kejahatan Sistematik dan Masif

oleh -373 views
Ramadhan Pohan menghadiri sidang perdana dengan agendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Emmy SH di PN Medan, Selasa (3/1/2017).

garudaonline, Medan | Penasehat Hukum Laurenz Henry Hamonangan Sianipar, Hamdani Harahap SH menilai kasus tindak pidana penipuan menyangkut Pilkada yang diduga dilakukan Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan merupakan kejahatan sistemik dan masif. Menurutnya, kejahatan ini sangat buruk di masa depan.

“Kejahatan pilkada merupakan kejahatan sistemik dan masif dimana kejahatan ini sangat buruk di masa depan masyarakat dan bangsa karena pilkada menjadi alasan untuk melakukan kejahatan,” katanya, Selasa (3/1/2017).

Dia mengungkapkan, tugas aparat hukum adalah untuk menegakkan hukum dan lebih tegas di dalam kejahatan sistemik dan masif yang berdampak luas bagi masyarakat agar melakukan penahanan bahkan hukum harus ditambah 1/3 dari kejahatan biasa.

“Selain itu, tindakan yang akan dilakukan terhadap terdakwa harus memberikan efek jera terhadap pelaku yang melakukan kejahatan yang menjadikan pilkada sebagai alasan untuk berbuat kejahatan,” tandas Hamdani.

Ia berharap, majelis hakim melakukan penahanan terhadap terdakwa Ramadhan Pohan dan Savita karena melanggar Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Kemudian modus dengan cek kosong artinya cek kontak artinya sama dengan pengganti uang dan ada undang undang tersendiri apabila melakuakan penipuan dengan menggunakan cek kosong,” pungkasnya.‎

Sementara itu, Laurenz yang merupakan korban juga meminta kepada majelis hakim untuk melakukan penetapan penahanan terhadap kedua terdakwa tersebut.

“Saya sangat berharap kami mereka ditahan oleh majelis hakim. Dia (Ramadhan Pohan) sudah beberapa kali mangkir. Dia sudah dijemput paksa di Jakarta,” terangnya.

(endang)

Berikan Komentar