Ramadhan Pohan Pinjam Uang Pakai Nama SBY

oleh -269 views

garudaonline, Medan | Persidangan kasus dugaan penipuan sebesar Rp15,3 miliar dengan terdakwa Ramadhan Pohan kembali digelar di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (31/1/2017).

Dalam sidang terungkap bahwa Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP Partai Demokrat tersebut meminjam uang dengan memakai nama Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu dikatakan oleh korban yang mengaku ditipu sebesar Rp10,8 miliar, Rotua Hotnida Simanjuntak dan menyebut bahwa Ramadhan Pohan telah berjanji akan mengembalikan uang pinjamannya itu setelah mendapat bantuan dari SBY.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Djaniko Girsang, Rotua mengaku ia mengenal Ramadhan Pohan setelah dipertemukan oleh Savita Linda Horu Panjaitan.

Tujuan utama Linda yakni meminta bantuan dana ke Rotua untuk Ramadhan maju sebagai calon Wali Kota Medan Periode 2015-2020. Kala itu, Ramadhan berjanji sepekan uang diterima, ia akan mengembalikan setelah kucuran dana dari Partai Demokrat diterima.

“Linda meminta jumpa untuk meminjamkan (uang) ke Ramadhan. Linda mengatakan Ramadhan butuh uang untuk calon wali kota. Dikembalikan satu minggu setelah ada bantuan dana dari Demokrat, dari pak SBY dan sejumlah jenderal di Jakarta,” kata perempuan paruh baya ini.

Iapun akhirnya percaya, ditambah lagi, pengakuan Linda yang menyebut laporan hasil kekayaan Ramadhan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah orang kaya. Salah satu hartanya adalah rumah di Jalan Pemuda, Jakarta.

Ramadhan dipinjami uang beberapa kali hingga totalnya mencapai Rp 10,8 miliar. Uang tersebut terkadang diserahkan di Posko Pemenangan Ramadhan di Jalan Gajahmada. Ada juga yang ditransfer langsung Rotua ke Linda.

Kemudian, pada 8 Desember 2014 sore atau sehari menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Medan, Ramadhan kembali meminta tambahan pinjaman. Namun, karena Rotua tak lagi memiliki cukup uang, Rotua meminjam uang milik putranya, Laurenz senilai Rp 4,5 miliar.

Sehingga total kerugian yang dialami ibu dan anak ini senilai Rp 15,3 miliar. Dalam kesempatannya, Ramadhan membantah hampir seluruhnya pernyataan Rotua.

Sementara itu, belasan pengunjung yang mengatasnamakan Serikat Kerakyatan Indonesia (DPP Sakti) Sumut di persidangan mendadak kompak menggunakan masker, kaos putih dan menutup mata dengan plastik serta menutup kuping.

Koordinator Sakti Sumut, Tongam Freddy Siregar menyatakan, aksi kali ini menunjukkan betapa bobroknya hukum di negara ini yang tak mampu menahan Ramdhan Pohan dan Savita Linda.

(endang)

Berikan Komentar