Ramadhan Pohan Tak Ditahan, Ini Alasan Hakim

oleh -229 views

garudaonline, Medan | Sejak proses penetapan tersangka oleh Polda Sumut maupun dilimpahkan ke Kejati Sumut, terdakwa kasus dugaan penipuan senilai Rp15,3 miliar, Ramadhan Pohan dan Savita Linda Hora Panjaitan tidak ditahan.

Begitupun saat diadili di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat itu dan Savita juga tak ditahan. Juru bicara PN Medan, Erintuah Damanik menyebut bahwa pihaknya menerima berkas dari jaksa dengan status kedua terdakwa tak ditahan.

Namun, Erintuah menjelaskan pada umumnya majelis hakim nanti akan melihat perilaku kedua terdakwa. Menurut Erintuah, jika tidak koperatif, kedua terdakwa suatu waktu dapat ditahan atas perintah hakim.

“Misalnya dia memperlambat atau mempersulit persidangan, nanti akan ditahan,” ungkap hakim yang membidangi perkara Pidana Umum (Pidum) ini.

Sejauh ini, Erintuah menilai pada sidang perdana ini, kedua terdakwa dinilai koperatif dan datang sesuai jadwal sidang.

“Jaksa minta supaya sidang pagi, datang dia (Ramadhan) jam 10 pagi. Karena kalau tidak ditahan itu lebih bagus pagi agar tidak terbentur dengan sidang yang lain yang ditahan,” jelasnya.

Erintuah menyebutkan ditahan atau tidak ditahannya seorang terdakwa sama saja. Sebab, jika jatuh vonis nanti, perhitungan hukumannya akan disesuaikan.

“Jadi kalau ditahan, hukumannya akan dikurangi masa penahanan, kalau tidak ditahan yah tidak dikurangi,” sebutnya.

Namun hingga kini, majelis hakim belum menemukan alasan Ramadhan dan Savita untuk ditahan.

“Sekarang masih koperatif, kalau mulai mempersulit pasti ditahan,” tegasnya.

(endang)

Berikan Komentar