Sakit Hati, Ibu Kandung Tewas Ditabrak di Tobasa

oleh -151 views

garudaonline – Balige | ‘Kasih ibu sepanjang masa’ merupakan lirik lagu yang selalu membuat siapa pun mendengarkannya akan meneteskan air mata.

Namun hal itu sepertinya tak berlaku bagi Cardo Perinando Pardede alias Nando (26) yang tega membunuh ibu kandungnya, Ratinah boru Tampubolon (54) dengan cara ditabrak pada tanggal 29 Juli 2016 sekira pukul 20.15 WIB di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Balige-Tarutung, Desa Longat, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Rabu (23/11/2016), tampak Nando berbelit belit menjawab pertanyaan hakim dan jaksa penuntut, serta keterangan yang diberikan tidak sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat memberi keterangan kepada hakim, Nando mengatakan ketika diperiksa di Polres Tobasa dirinya agak merasa ditekan. Dia mengaku, menjawab seluruh pertanyaan itu karena pikirannya tidak normal.

Ketika hakim mempertanyakan kepada Nando,apakah pernah bermimpi sama ibunya sesudah ditahan, dirinya mengiyakan. “Pertama pada saat saya ditahan di Mapolres Tobasa, ibu datang ke dalam mimpi. Dielus-elus dagu saya dan ibu mengatakan, ‘tenang lah kamu iya nak mama pergi dulu mama baik baik saja’,” sebut terdakwa.

Nando mengaku, kembali bertemu dalam mimpi dengan ibunya saat dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Balige. “Pada saat itu saya masih di ruang isolasi, ibu mengatakan pada saya sehatnya kamu nak? Saya menjawab sehat mak. Ada yang memukuli kamu di dalam ini, saya jawab tidak,” ucap Nando.

Ketiga kalinya terdakwa mengaku, kembali bertemu ibunya di dalam mimpinya. “Datang mamak ke kamar saya kamar no 6 dan dilihat-lihat saya. Mamak senyum saja sama saya dan mengeluarkan air mata,” ungkapnya.

Nando juga mengatakan, membunuh korban bukan karena ingin mengambil asuransi orangtuanya, tetapi karena sakit hati. “Mamak mengatakan istri saya bukan menantunya dan anak saya bukan pahoppu (cucu). Makanya saya berniat membunuh mamak,” sebut terdakwa.

Menanggapi keterangan terdakwa, hakim menyatakan itu haknya memberikan keterangan berbelit-belit di persidangan. “Itu hak kamu, tapi kami (hakim) bukan tidak bodoh. Kalau kamu mau banding nanti ketika diputus hukuman. Itu terserah kamu,” sebut hakim seraya langsung menutup sidang dan dilanjutkan minggu depan.

Diketahui usai menabrak mati ibu kandungnya, Nando pun merekayasa kasus pembunuhan berencana itu. Ia merekayasa seolah­-olah korban tewas akibat tabrak lari di Jalinsum Balige-Tarutung. Warga Desa Hauma Bange, Kecamatan Balige ini ditabrak dari belakang saat berjalan kaki usai berjualan kacang rebus.(Het)

Berikan Komentar