Saku Dimas Kanjeng Bisa Tampung Hingga Rp 100 Juta

oleh -135 views

garudaonline – Surabaya | Polda Jatim akan memeriksa Marwah Daud sebagai saksiterkait dirinya sebagai Ketua Yayasan Kasultanan Prabu Rajasa Kertanagara, Rabu (9/11/2016).

Intinya, terkait akta pendirian, Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) dan dananya dari mana. Juga akan dimintai keterangannya dan akan dikonfrontir dengan tujun guru besar Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, Selasa (8/11/2016)

Tidak menutup kemungkinan, kata Kombes Pol RP Argo Yuwono, Marwah bakal dicecar pertanyaan terkait almarhumah Hj Najimiah yang menjadi korban penipuan sebesar Rp200 miliar oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi. “Yang jelas surat panggilan pemeriksaan Marwah Daud sebagai saksi sudah dilayangkan,” kata Kombes Pol RP Argo Yuwono.

Penyidik memeriksa dua saksi. Yakni penjahit jubah kebesaran Taat Pribadi Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang juga tersangkut otak pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani.

Penjahit jubah Taat Pribadi bernama Mahmudiono. Jubah pertama yang dipakai Taat itu dibikin tahun 2010 oleh Dollah, tapi orangnya sudah meninggal dunia. Setelah Dollah meninggal dunia, Taat Pribadi mempercayakan penjahit jubah kepada Mahmudiono. “Jumlah jubah Taat Pribadi ada tujuh, masing-masing satu jubah warna merah, satu jubah warna hijau dan lima jubah warna hitam,” terang Kombes Pol RP Argo Yuwono, seperti dilansir tribratanews.com.

Jubah yang dipakai Taat Pribadi saat mengeluarkan uang ada saku di bagian belakang berukuran sekitar 40 cm x 40 cm. Bentuk saku untuk memasukkan tangan saat dipakai mengambil uang, jahitannya tidak begitu terlihat sehingga jubah terkesan polos.

“Saku yang ada itu bisa menampung Rp70 juta sampai Rp100 juta (pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000),” tandas Kombes Pol RP Argo Yuwono.(BS)

Berikan Komentar