Setor Rp 200 M ke Dimas Kanjeng, Nur Dikasih ‘Emas Muda’

oleh -260 views

garudaonline – Surabaya | Nur (48), anak dari korban penipuan penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengungkapkan modus penipuan yang dilakukan ustaz gadungan tersebut.

Nur menceritakan bagaimana ibunya selalu menyetor uang kepada Dimas Kanjeng dengan iming-iming akan diberikan kekayaan lebih banyak lagi.

Tak tanggung-tanggung, berdasarkan keterangan Nur, ibunya yang bernama Najmiah sudah ‘mendeposit’ uang kepada Dimas Kanjeng sebesar Rp200 miliar.

Kepada wartawan, Nur bercerita bahwa ia sejak awal sudah curiga terhadap Dimas Kanjeng, namun ia tak punya banyak kuasa untuk memberi tahu orangtuanya. Setiap kali dinasihati, orangtuanya itu selalu memintanya untuk sabar.

Kecurigaan Nur bermula saat ibunya diberikan sejumlah benda yang diklaim akan menjadi barang berharga yakni satu kotak kayu berisi batangan yang menyerupai emas.

Batangan itu memiliki gambar yang beragam. Ada yang bergambar Presiden Soekarno, ada juga yang bergambar palu arit.

Ketika diletakkan di meja, bunyinya sama persis dengan logam. Batangan berwarna emas itu diklaim sebagai emas muda. Setelah sebulan, akan menjadi emas asli. Taat meminta Najmiah untuk bersabar sampai menjadi emas betulan.

Nur semakin curiga karena setelah lewat sebulan, batangan itu tidak kunjung berubah menjadi emas asli. ”Waktu dicek di toko emas, ini bukan emas,” kata Nur kepada Kriminalitas.com.

Nah, agar batangan itu lekas menjadi emas, Najmiah diminta membayar mahar setiap bulan. Tujuannya agar emas muda itu bisa segera tua. Tapi meski mahar sudah diberikan, tetap saja batangan itu tidak menjadi emas.

Hingga akhirnya Najmiah meninggal lima bulan lalu setelah berobat ke Singapura. Bukan hanya batangan emas, Taat juga memberi Najmiah plastik mika berwarna emas. Plastik tersebut bermotif uang pecahan seratus dolar dan mata uang Burma.

Tidak jelas motif pemberian benda tersebut. Selain itu, ada juga satu lembar kertas berukuran besar yang bergambar mata uang Dinar pecahan 10 ribu. Dalam satu lembar besar itu, terdapat 15 uang yang masih dalam keadaan belum terpotong.

Ada juga lima tumpukan kertas yang tebalnya sekitar tujuh centimeter dengan ukuran mirip uang kertas. Tumpukan itu dibungkus kertas warna gelap. Di bagian luarnya, tertulis 1.000 Yen dari gudang 01 dan 03 Jateng.

Kertas itu diduga diklaim akan berubah menjadi uang. Hanya saja, ketika dibuka kemarin, di dalamnya hanya berisi kertas warna putih yang diikat seutas tali.

Nur memastikan duit Rp 200 miliar lebih itu merupakan uang pribadi ibunya. Bukan dari setoran sesama pengikut Taat. Menurut dia, barang bukti penipuan itu awalnya terbungkus rapi. Dia berani membuka sebelum ibunya meninggal dunia. Dari sanalah, dia meyakini bahwa itu penipuan.(bbs)

Berikan Komentar