Sidang Korupsi Pakaian Dinas DPRD Nisel, Tiga Terdakwa Akui Kesalahan

oleh -205 views

garudaonline, Medan | Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan pakaian dinas DPRD Nias Selatan (Nisel) Tahun Anggaran (TA) 2015, kembali digelar di Ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (16/12/2016).

Ketiga terdakwa yakni Fabowosa Laia selaku mantan Sekretaris DPRD Nisel, Agustin Sarumaha selaku Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Nisel serta Ariston Moho selaku rekanan, mengakui kesalahannya.

“Saudara rekanan (Ariston) tidak masuk akal bisa mengerjakan semua baju dinas tersebut dalam waktu 20 hari. Tapi anda menyanggupi karena cuma formalitas kan?,” tanya hakim anggota, Sontan Merauke Sinaga. Kepada Fabowosa Laia, hakim Sontan menilai dirinya lalai lantaran menyetujui dana empat jenis pakaian dinas untuk anggota DPRD Nisel diuangkan.‬

Menjawab itu, terdakwa Fabowosa yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) mengaku kesalahannya dan mengatakan tidak akan melakukan hal itu lagi. Untuk terdakwa Agustin Sarumaha sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dinilai bersalah lantaran menyepakati kerjasama dengan rekanan kendati sebatas formalitas.‬

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai oleh Nazzar Efendi meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Eka Prasetya untuk menyiapkan berkas tuntutan pada persidangan Jumat (23/12) mendatang.

Kepada wartawan, JPU Fauzan Eka menjelaskan, pada perkara ini total kerugian Rp 484 juta lebih. Modusnya, ketiga terdakwa mengganti pengadaan pakaian dinas DPRD Nisel dengan pemberian uang tunai.

“Ada empat jenis pakaian untuk 35 anggota DPRD Nisel. Satu anggota DPRD dapat lima setel pakaian tapi diuangkan sebesar Rp 11 juta lebih,” jelasnya.‬

Ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(endang)

Berikan Komentar