Sidang Korupsi Rusunawa Sibolga, Nama Wali Kota Kembali Disebut

oleh -265 views

garudaonline – Medan | Nama Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk kembali disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi pada pembangunan rusunawa di Kota Sibolga Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 6,8 miliar dengan terdakwa Adely Lis alias Juli selaku Direktur PT Putra Ali Sentosa dan Januar Efendy Siregar selaku mantan Plt Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemko Sibolga di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (21/10).

Mantan Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PAKD) Pemko Sibolga, Soritua Hasibuan mengaku dirinya pernah disuruh Syarfi menjumpai Adely Lis (terdakwa).‬

“Atas suruhan Walikota, saya pernah datang ke Adely Lis membicarakan soal harga tanah. Dua kali saya melakukan pertemuan dengan Adely Lis dalam penilaian harga tanpa melibatkan Sekda. Kami menentukan harga hanya melihat pasaran tanah tersebut.

Saat itu kami meminta harga per meter nya Rp 850 ribu secara lisan, tapi pak Adely Lis minta Rp 1,1 juta  per meter,” jelasnya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Parlindungan Sinaga.‬

Wakil Ketua Pengadaan Lahan dan Ketua Tim Penilai Harga pada Dinas PKAD Sibolga itu mengatakan, atas perintah Syarfi juga, dia melihat tanah dan menjajaki ke lokasi sebelum ada anggaran diturunkan. Akhirnya, pihaknya menentukan lokasi karena ada yang menawarkan dan ada sertifikatnya.‬

Meski tidak pernah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai pihak yang mencari tanah untuk rusunawa, tapi lantaran diperintahkan Walikota melaksanakan tugas itu. Dia juga mengaku disuruh Wali kota untuk melihat tanah tanpa adanya APBD dan belum tahu besar angaran untuk lahan tersebut.‬

Baik Soritua dan mantan Camat Sibolga Selatan, Sahat Simatupang selaku panitia pengadaan tanah mengaku tidak pernah mengetahui jumlah anggaran untuk tanah seluas 7.171 meter persegi tersebut. Setelah itu, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa tanggal 25 Oktober 2016 untuk mendengarkan keterangan saksi.

Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen mengakui, dari saksi yang dihadirkan, keterangannya mengarah ke WaliKota Sibolga, Syarfi Hutauruk.

“Januar Effendy Siregar (terdakwa) selanjutnya menggantikan Soritua Hasibuan yang pensiun 20 Juni 2012 lalu,” kata Netty.‬

Selain itu, Netty mengaku pihaknya sudah menjadwalkan kehadiran Syarfi Hutauruk sebagai saksi pada pertengahan November 2016 mendatang. Sebelumnya, nama Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk juga disebut saat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Sibolga, M Sugeng bersaksi. (Endang)

Berikan Komentar