Sidang Perdana Gatot Terkait Suap Anggota DPRD Sumut Digelar 31 Oktober

oleh -448 views

garudaonline, Medan | Pengadilan Tipikor Medan telah menetapkan jadwal sidang perdana Gatot Pujo Nugroho atas kasus dugaan suap kepada anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 tanggal 31 Oktober 2016.

Sidang perdana dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan dipimpin oleh lima majelis hakim diketuai Didik Setyo Handono‎.

“Jadwal sidang perdana atas nama Gatot Pujo Nugroho sudah ditetapkan yakni tanggal 31 Oktober 2016. Sidang ini diadili dengan lima majelis hakim,” kata Humas PN Medan, Erintuah Damanik kepada wartawan, Selasa (25/10/2016).

Menurut Erintuah, pihaknya mengerahkan lima majelis hakim dalam kasus penyuapan ini karena kerugian negara diatas Rp 50 miliar.

“Untuk tahun 2016, baru kasus ini kita ‎tunjuk 5 majelis hakim. Karena kerugian negaranya besar,” tandas Erintuah.

Selain itu, Erintuah menyebut sudah menyiapkan pengamanan untuk sidang Gatot nanti. Namun, tidak ada pengamanan khusus dalam sidang ini.

“Pengamanan seperti biasa, tidak ada masalah. Tidak ada pengawalan khusus. Karena kondisi aman-aman seperti sidang sebelumnya. Dia (Gatot) juga sudah lama tidak jadi gubernur jadi orang sudah tidak jadi perhatian,” jelas juru bicara PN Medan ini.

Berkas milik mantan Gubernur Sumut itu diterima PN Medan dari KPK pada Kamis tanggal 20 Oktober 2016. Erintuah menambahkan, untuk berkas milik tersangka lain dalam kasus ini belum ada diterima PN Medan.

“Kita terima berkas perkara milik Gatot saja. Untuk tersangka lain tidak tau. Mungkin saja disidangkan di Jakarta, semua itu ada wewenang dari KPK,” tambah hakim yang mengadili perkara pidana umum itu.

Dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi menerima hadiah atau janji oleh anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari Gatot, penyidik telah menetapkan tujuh tersangka baru.

Para tersangka itu yakni Muhammad Afan, Budiman Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Efendi Siregar, Bustami, Zulkifli Husein dan Parluhutan Siregar. (Endang)

Berikan Komentar