Sidang Suap Anggota DPRR Sumut, Ada yang Tidak Terima Uang Ketok Gatot

oleh -333 views

garudaonline, Medan | Dari sejumlah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, mayoritas menerima uang ketok dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Namun, ada juga beberapa yang menolak uang tersebut. Salah satunya adalah Richard Edi, mantan anggota DPRD 2009-2014 Fraksi Golkar.

“Awalnya saya memang gak niat, yang lain juga banyak yang menolak. Saya tidak pernah ada menerima uang ketok berapapun itu, yang mulia,” kata Richard saat dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan suap kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumut senilai Rp 61,8 miliar dengan terdakwa Gatot di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (5/1/2017).

Selain Richard, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Irene Putri menghadirkan sejumlah saksi lain diantaranya Jantogu Damanik, Muliani, Iyan Syahrin, Hamawi Badsah dan Candra Sirait. Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Didik Setyo Handono, Jantogu juga mengaku tidak pernah menerima uang ketok.

“Tapi saya cuma dikasih uang sirup. Uang sirup ini dikasih oleh Indra Alamsyah sebesar Rp2,5 juta,” kata Jantogu Damanik seraya menambahkan bahwa uang sirup diberikan menjelang perayaan Idul Fitri 2015 silam.

Menurutnya, dana uang sirup yang disodorkan Indra Alamsyah berasal dari keuangan Pemprov Sumut. Meski dapat uang sirup, anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini tak menggunakannya. Ia memberikan uang sirup diberikan ke supir pribadinya.

Saksi lain, Muliani menjelaskan, ia menerima uang ketok sebanyak tiga kali. Yang pertama Rp8 juta dari staf fraksi, Imam Ritonga.

“Kalau yang dua kali dari Ali Nafiah Rp 10 juta dan Rp47,5 juta. Sudah saya setor Rp20 juta, sisanya nanti saya kembalikan,” jelasnya.

Yan Sahrin yang menjabat Ketua Fraksi Hanura periode 2009-2014 menerima uang ketok sebanyak tiga kali. Namun, ia mengaku lupa besarannya, yang pasti uang yang diterimanya dari Ali Nafiah tersebut berkisar Rp300 juta.

Sedangkan, Hamawi Siregar selaku Sekretaris Fraksi Hanura bertugas membagikan uang ketok bagi anggota dewan sebesar Rp3,5 miliar. Uang ketok yang ia terima sebesar Rp100 juta dan telah dikembalikan ke KPK. Terakhir, Candra Sirait menerima uang ketok sebesar Rp100 juta tahun 2014-2015.

(endang)

Berikan Komentar