Soal OTT Bendahara Disdik, Poldasu Bisa Tetapkan Tersangka Baru

oleh -104 views

garudaonline – Medan | Terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Polda Sumut bisa saja menetapkan tersangka baru.

Apalagi, tersangka Armaini mengaku 0,5 persen hasil permintaan komisi pinjaman kredit tersebut diserahkan kepada oknum kepala sekolah. Penyidik tinggal melengkapi bukti dan keterangan saksi untuk menjerat tersangka lain.

“Kalau penambahan tersangka baru tentu saja bisa. Tapi, penetapan itu harus didukung bukti-bukti dan keterangan saksi,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (16/1/2017).

Kata Nainggolan, penyidik terus mendalami proses penyidikan kasus OTT Pegawai Negeri Sipil (PNS) Disdik Medan yang menetapkan Bendahara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Medan Labuhan tersebut. Penyidik segera memanggil oknum kasek dan kepala UPT.

Namun, pemanggilan mereka masih dalam kapasitas sebagai saksi, meski akhirnya tidak tertutup kemungkinan bisa menjadi tersangka. Bukti dan keterangan saksi akan menentukan status terperiksa berikutnya.

“Oknum-oknum yang disebutkan tersangka menerima (terlibat, red) komisi pinjaman itu, dalam waktu dekat akan dipanggil penyidik. Pemanggilannya sebagai saksi, tapi bisa saja menjadi tersangka,” kata Nainggolan.

Sebelumnya, tersangka Armaini sempat mengaku, 0,5 persen dari permintaan kepada peminjam kisaran 2,5 hingga 3 persen itu mengalir ke oknum kepala sekolah (kasek). Tersangka mematok komisi kepada guru-guru di Kecamatan Medan Labuhan yang meminjam uang ke bank.

Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Dedi Kurnia menyatakan, penyidik menduga praktik yang dilakoni Armaini dilakukan secara terstruktur. Karenanya, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang disinyalir terlibat dalam kasus tersebut.

“Rencananya, besok (Senin ini) dibuat surat panggilan kepada pihak-pihak
yang diduga terlibat,” kata Dedi, Minggu (15/1/2017) petang.

Armaini ditangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumut di depan Kantor Bank Sumut Capem Belawan, Kamis (12/1) petang.
Dia telah meminta komisi kepada dua guru SDN 060950 di Medan, Rosmawati yang meminjam uang ke Bank Sumut sebesar Rp150 juta.

Zainun meminjam uang ke Bank Sumut sebesar Rp210 juta. Dalam praktiknya, kedua korban harus memberikan komisi hingga 3 persen dari jumlah pinjaman tersebut kepada tersangka.

Rencana pemanggilan itu, lanjut Dedi, dilakukan pada Rabu (18/1) dan Kamis (19/1) untuk membuktikan petunjuk dari pengakuan Armaini yang menyebut, komisi yang dipatoknya mengalir kepada oknum kasek.

“Rabu atau Kamis, dilakukan pemeriksaan untuk Kepala UPT dan kepala sekolah,” sebutnya.

Armaini terjaring OTT ketika menerima komisi dari dua guru yang menjadi korban tersebut.

(g/10)

Berikan Komentar