Soal Penangkapan Pelaku Pungli, Pedagang Datangi Mapolsek Medan Kota

oleh -135 views

garudaonline, Medan | Puluhan pedagang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan (P3TKM) mendatangi Mapolsek Medan Kota, Jumat (21/10).

Mereka ingin mengklarifikasi terkait penangkapan terhadap seorang pedagang, Bandot (65), beberapa hari lalu.

Menurut mereka, penangkapan Bandot yang dianggap sebagai pelaku pungli terjadi kesalahpahaman.

Hal ini disampaikan para pedagang kepada sejumlah wartawan saat ditemui di halaman Mapolsek Medan Kota, Jumat (21/10) siang.

“Dia itu (Bandot-red) bukanlah pelaku pungli. Uang iuran Rp 10 ribu per-hari itu kesepakatan bersama sesama pedagang,” sebut seorang pedagang, Jefry.

Menurut dia, penangkapan yang dilakukan Polsek Medan Kota terhadap Bandot merupakan kesalahpahaman.

“Kami yang tergabung dalam P3TKM sengaja menunjuk Sardo Manalu sebagai ketua dan Bandot lah yang ditunjuknya untuk mengutip uang iuran kepada setiap pedagang. Jadi, di mana letak punglinya, sementara kami tidak ada yang merasa keberatan dan itu memang sudah kesepakatan bersama. Uang iruan itu untuk biaya kebersihan dan jaga malam lapak milik para pedagang,” katanya.

Dia menambahkan, Bandot setiap mengutip uang Rp10 ribu itu tidak dengan kekerasan. Bahkan, dia bilang, kalau iuran Rp10 ribu itu juga tertuang dalam surat notaris yang dibuat oleh para pedagang.

“Pengutipan itu resmi dan bukan pungli. Kami tidak terima dengan adanya penangkapan ini,” tegas Jefry, menyebut P3TKM terbentuk sejak 6 bulan lalu.

Sebelumnya, Bandot diamankan petugas Polsek Medan Kota atas sangkaan melakukan pungutan liar (pungli) atas laporan masyarakat terkait adanya tindakan pungli di Pusat Pasar. (g/10)

Berikan Komentar