SPI Minta Komnas HAM Usut Kekerasan Terhadap Petani di Desa Mekar Jaya

oleh -119 views

garudaonline, Medan | Insiden bentrokan antara petani Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat dengan aparat gabungan Polisi, TNI dan Satpol PP menyebabkan 15 orang petani luka-luka.

Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara Basis Mekar Jaya meminta agar Komnas HAM dan Kompolnas melakukan investigasi atas kasus kekerasan yang dialami petani.

“Para petani di sana trauma dengan aparat. Kami juga minta Komnas HAM dan Kompolnas melakukan investigasi atas kasus kekerasan aparat terhadap petani. Bahkan ada petani yang kepalanya pecah serta ada anak-anak yang menjadi korban,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SPI Sumut, Zubaidah, Senin (21/11/2016), saat memberi keterangan pers di Aula Sintesa, Jalan Eka Rasmi, Medan Johor.

Zubaidah mengatakan bentrokan bermula saat petani Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat menolak alat berat masuk ke dalam lahan pertanian. Lahan seluas 554 hektar itu diklaim masuk dalam Hak Guna Usaha PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Malaysia.

“Bentrokan terjadi karena negosiasi antara petani dan kepolisian tidak ada titik temu. Masyarakat tetap menolak penggusuran lahan yang dikaim oleh pihak perusahaan sehingga petugas memaksa masuk kedalam lahan,” jelasnya.

Zubaidah menceritakan sejak Sabtu (12/11/2016) polisi sudah datang ke lahan untuk bernegoisasi dengan petani. Namun ditolak oleh petani. Beberapa hari kemudian alat berat sudah mulai masuk ke lahan sehingga membuat para petani semakin panik. Bahkan pada Jumat (20/11) lalu alat berat mulai masuk dan beroperasi dengan pengawalan aparat gabungan.

“Melihat alat berat beroperasi, akhirnya bentrokan pecah. Mereka langsung membabi buta memukuli petani dan menghancurkan lahan. Akibatnya, tanaman, karet, sawit, ubi dan pisang. Mereka hancurkan pakai alat berat,” tutur Zubaidah. (Fidel)

Berikan Komentar