Tak Akui Konsumsi Sabu, Anggota DPRD Labuhanbatu Dimarahi Hakim

oleh -305 views

garudaonline – Medan | Majelis Hakim naik darah melihat kelakuan oknum Anggota DPRD Labuhanbatu, Milter Sinaga bersama tim suksesnya Reza yang tertangkap akibat memiliki dan mengkomsumsi sabu di Hotel Crystal, Padang Bulan Medan pada 8 Agustus 2016 lalu.

Ini dipicu sikap Milter dan Reza yang menjadi terdakwa dalam persidangan yang berlangsung di Cakra I Pengadilan Negeri Medan, Rabu (14/12/2016). Keduanya mengaku tidak memakai sabu-sabu saat menginap di dalam hotel. Padahal saat penggerebekan itu ditemukan bekas isapan sabu.

Bahkan dalam persidangan salah seorang hakim anggota Gerchart Pasaribu memberikan waktu selama menit agar keduanya mengaku telah mengkomsumsi sabu ketika berada di dalam hotel tersebut. Namun keduanya tetap bersikukuh tak memakai sabu di dalam kamar, dan mengaku kalau barang tersebut milik Boy yang merupakan teman Reza.

Melihat tingkah kedua terdakwa, Ketua Majelis Hakim Sriwahyuni Batubara memperlihatkan kalau keduanya pernah memiliki dan mengkomsumsi sabu berdasarkan BAP. Akhirnya keduanya pun mengaku pernah mengkomsumsi sabu. “Iya betul yang mulia majelis hakim kami, saya pernah menggunakan sabu semenjak 2012 lalu,” ucap Milter.

Mendengar itu, majelis hakim pun melanjutkan pertanyaan, “Nah kalau begitu dari 2012 kapan terakhir kali, anda memakai sabu?,tanya majelis hakim. Milter pun menjawab seminggu sebelum penangkapan di Hotel Crystal.

Milter berkilah saat di hotel Padang Bulan tidak memakai sabu. Dia ke hotel itu karena ada urusan dengan Reza. “Saya sudah lama tak bertemu dengan Reza karena keesokan hari mau ke Yogya,” jelasnya.

Mendapat jawaban seperti itu, majelis hakim lantas menanyakan kenapa anggota dewan memilih menginap di hotel Padang Bulan. “Dan kenapa harus di dalam kamar hotel kalau untuk bincang-bincang. Kan bisa di cafe atau di restoran,” urai hakim.

Milter mengatakan bahwa dirinya ke Medan hanya untuk singgah dan kangen bertemu kawan lama sebelum berangkat ke Yogyakarta karena urusan pekerjaan.

“Tapi, waktu itu saya hanya memanggil Reza akan tetapi saat datang ternyata Reza membawa si Boy (DPO),” ungkapnya.

Pernyataan ini pun diiyakan oleh Reza bahwa dirinya memang dipanggil Milter ke hotel untuk bincang.

“Betul yang mulia hakim, saat ditelpon saya sudah sama si Boy bahkan tiga jam sebelum bertemu saya sudah sempat mengkomsumsi sabu,” ucap Reza.

Mendengar itu, salah seorang hakim majelis hakim melanjutkan pertanyaan “Kalau tak kenal kenapa kau bawa-bawa si Boy saat jumpa si Milter, teman mu itu seorang anggota dewan kok kau bawa orang tak kenal sama dia,” cerca hakim anggota.

Reza pun berkilah kalau Boy pernah berjumpa dengan Milter saat di Labuhan Batu. “Makanya aku bawa dia saat bertemu Bang Milter,” ungkap Reza.

Sementara itu, Milter mengaku sabu itu ada setelah datangnya personil Polisi.

“Barang itu ada setelah polisi melakukan penggeledahan di bawah ranjang. Tapi sumpah yang mulia kami bedua tak makai, walau kami berdua pernah makai tapi tidak di saat itu,” ucap Milter yang juga diiyakan Reza.

Usai mendengarkan keterangan kedua terdakwa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi meringankan kedua terdakwa.

(Fidel)

Berikan Komentar