Tanpa Barang Bukti, Tabrani Dituntut 17 Tahun Penjara

oleh -542 views

garudaonline – Medan | Tabrani Poetih (38) warga Jalan Terusan Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tampak menangis saat mendengarkan nota pembelaan yang dibacakan penasehat hukumnya, Tjang Sun Sin, Johan Wijaya dan Arifach Nurjanah.

Di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/1/2017), Tabrani tak dapat menyangka, tanpa barang bukti dirinya dituntut 17 tahun penjara oleh penuntut umum Yunitri Sagala karena dianggap sebagai bandar narkotika. Padahal saat dilakukan penangkapan tidak ada barang bukti yang ada padanya. Akan tetapi sabu tersebut berada di tangan Zulhadi Hadi Harahap.

Masih dalam nota pembelaannya, bahwa keterangan saksi-saksi yang dilampirkan dalam tuntutan jaksa sama sekali tidak sesuai fakta persidangan sebab saksi tersebut tidak pernah sama sekali dihadirkan pada persidangan. Sehingga tuntutan selama 17 tahun penjara denda Rp 10 miliar subsidair enam bulan atas kepemilikan sabu sama sekali tidak memberikan rasa keadilan bagi dirinya.

Dalam hal ini Tabrani juga merasa dizhalimi bahwa saat penangkapan selain adanya barang bukti, ia juga harus menderita kerugian dimana saat penangkapan ia lagi memegang uang sebesar Rp140 juta akan tetapi polisi menyebutkan hanya Rp25 juta saja, tidak cukup sampai disitu kalung emas, ATM buku rekening bank, sertifikat tanah sebanyak empat buah, bon faktur usaha mebel, mobil brio, dari rumah dan mobil herier dari bengkel juga disita oleh polisi.

Usai membacakan nota pembelaannya, Tabrani tampak murung apalagi dalam kasus ini ia merasa dirugikan karena sabu 2 kg yang ditundingkan kepada dirinya.

(fidel)

Berikan Komentar