Terdakwa Pencemaran Nama Baik Kabur, LBH Minta Hakim dan Jaksa Ditindak Tegas

oleh -304 views

garudaonline, Medan | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan meminta kepada Hakim Pengawas Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan Bagian Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menindak tegas hakim serta jaksa yang menangani kasus dugaan pencemaran nama baik melalui Informasi Teknologi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Surjana.

Direktur LBH Medan, Surya Dinata menyebut, Surjana melarikan diri dari pembantarannya di Rumah Sakit (RS) Bina Kasih Medan pada Minggu (6/11) lalu, itu merupakan tanggungjawab sepenuhnya dari majelis hakim, Parlindungan Sinaga dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan.

“Hal ini sepenuhnya tanggungjawab hakim dan jaksanya. Mereka harus diperiksa dan diberikan sanksi tegas,” kata Surya kepada wartawan, Sabtu (12/11/2016).

Surya menjelaskan, keluarga Surjana pernah mendatangi Kantor LBH Medan untuk meminta bantuan dan dampingan hukum. Atas hal itu, LBH Medan menindaklanjuti permohonan bantuan hukum tersebut.

“Kita lihat emang bu Surjana lagi sakit dan baru siap dioperasi, karena penyakit kistanya. Namun, kondisinya berangsur membaik dan ada keterangan surat dokter dari rumah sakit itu, bahwa bu Surjana bisa mengikuti sidang,” jelas Surya.

Kemudian, surat keterangan doktor itu diberitahukan kepada majelis hakim agar sidang tersebut untuk segera disidangkan. Permintaan itu dilayangkan pada bulan lalu. Namun, hal itu tidak mendapat respon dari hakim dan JPU.

“Kalau sudah begini dan dia (Surjana) kabur, bagaimana sidangnya mau digelar. Hakim dan jaksa jangan sampai lalai begini. Apa lagi terdakwa yang dibantarkan sudah sehat dan bisa mengikuti sidang ini,” katanya dengan nada kesal melihat kinerja hakim dan jaksa semakin bobrok.

Disisi lain, Surya melihat kasus ini bahwa Surjana dipaksakan oleh penyidik Polda Sumut untuk memproses hukumnya. Ditambah lagi, lanjut Surya, dipaksakan oleh jaksa peneliti untuk menyatakan lengkap berkas perkara milik Surjana hingga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

“Orang tidak bersalah didzalimi seperti ini. Kemudian kasus ini dipaksakan kali‎ dengan ancaman pemerasan. Dalam tulisan pesan SMS itu, bunyinya ‘saya tahu hukum jadi, jangan melakukan pemerasan’. Dengan sms itu, korban melapor dan anehnya ditindaklanjuti pula,” katanya.

Surya baru mengetahui Surya kabur dari media. Pasalnya, LBH Medan sudah tidak ada komunikasi dengan Surjana dan keluarganya.

“Saya sudah tidak ada komunikasi lagi sama Surjana dan keluarganya. Sama minta hakim dan jaksa untuk bertanggungjawab untuk kaburnya Surjana,” tandasnya. (Endang)

Berikan Komentar