Terekam CCTV, 4 Anggota Sindikat Pencurian Mobil Dibekuk Polisi

oleh -200 views

garudaonline, Medan | Empat anggota sindikat pencurian mobil dengan modus gandakan kunci diringkus personel Unit Reskrim Polsek Medan Baru dari lokasi terpisah.

Keempat pelaku itu adalah, M Reza Fahlevi (31) warga Jalan Sei Mencirim Komplek PT IRA Blok C, Kecamatan Medan Sunggal, Susanto alias Akun (38) warga Jalan Sekip, Fendi Avero (35) warga Jalan Pasundan, Lorong Bahagia dan Hendry Chandra (30) warga Jalan Sunggal, Komplek Sunggal Permai.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita mobil curian 1 unit Toyota Kijang LGX BK 1096, 1 unit Toyota Kijang Grand Long Diesel BK 1017 XC, 1 unit sepeda motor Honda Supra BK 2357 AEA, 3 unit telepon genggam, 1 buah anak kunci palsu, 1 buah kunci asli dan remote Toyota Kijang LGX BK 1096 FS.

Kepada wartawan, tersangka Reza mengaku sebagai sopir korban bernama Heni. Dia berencana, mobil korban akan dijual setelah interiornya ditukar. Namun, belum lagi terjual, dirinya keburu diamankan polisi.

“Enggak bagian mesin yang dijual. Interior saja,” katanya di Mapolsekta Medan Baru, Senin (14/11/2016) siang.

Dia mengaku, yang menggandakan kunci mobil itu adalah tersangka Fendi. Selanjutnya, Reza mengajak dua tersangka untuk melancarkan aksinya. Tepat pada Minggu (6/11/2016) pukul 12.30 WIB, kemarin, korban tengah bersama Reza di Jalan Pasundan, Lorong Bersama, Kelurahan Sei Putih Timur II.

Lalu korban masuk ke dalam Lorong Bersama. Sementara Reza, diperintahkan untuk parkirkan kendarannya. Beralasan pergi beli rokok, Reza menjumpai korban ke dalam Lorong Bersama. Tapi saat kembali, mobil tersebut telah hilang.

“Korban sempat melihat CCTV, seorang laki-laki tidak dikenal korban memakai topi, yang mencuri mobil korban dengan kunci palsu,” jelas Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic dalam keterangan persnya kepada wartawan.

Atas kehilangan itu, korban membuat laporan ke Polsek Medan Baru dan Reza merupakan otak pelaku dari sindikat pencurian mobil dengan modus gandakan kunci ini. Ia menambahkan, pelaku Susanto yang berperan melakukan pencurian dengan kunci duplikat tersebut.

Menurut Ronni, dua tersangka lainnya masing-masing Akun dan Hendry, masih ada hubungan saudara. Tapi, peran keduanya berbeda. Hendry peranya membantu tersangka menyimpan mobil tersebut.

“Pengakuan mereka baru sekali, tapi kami tetap melakukan pengembangan terhadap jaringan ini dan mencari korban lainnya,” tandas Bonic.

Akibat ulahnya, keempat tersangka disangkakan Pasal 363 ayat (1) ke 4e, 5e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (robert)

Berikan Komentar