Terlibat Sabu, Wanita Cantik Asal Perdagangan Diadili

oleh -220 views

garudaonline – Simalungun | Dikarenakan menggenggam satu buah paket sabu, Siti Aisyah alias Sia (33), penduduk Perumnas Bahlias, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (7/11/2016).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Augus Sinaga dan Indri Widya menyebutkan, bahwa terdakwa ditangkap di rumah terdakwa Hendra Syahputra alias Ketel (32) warga Jalan Rakyat Lingkungan VII Perdagangan (berkas terpisah) pada Minggu (15/5/2016) sekira pukul 17.00 WIB.

Sabu sebanyak dua paket dibeli secara patungan oleh kedua terdakwa seharga Rp 200 ribu dan masing-masing Rp 100 ribu.

Sebelumnya wanita cantik ini bertemu dengan Gomblo (DPO) di warung es milik terdakwa Ketel di Simpang Mayang, Kelurahan Perdagangan dan sepakat untuk menggunakan sabu yang dibeli secara patungan di rumah terdakwa Ketel.

Sore itu, terdakwa pulang bersama Ketel ke rumahnya di Jalan Rakyat Lingkungan VII, Perdagangan. Gomblo pun datang memberikan dua paket sabu yang dipesan terdakwa Sia. Satu paket sabu dimasukkan ke dalam dompetnya, sedangkan sepaket lagi untuk terdakwa Ketel. Lalu Gomblo pergi meninggalkan kedua terdakwa di rumah Ketel.

Baru saja pergi, anggota Polsek Perdagangan bersama Sekretaris Desa (Sekdes) setempat datang menangkap kedua terdakwa. Namun Sia langsung mengeluarkan sabu dari dompetnya dan menggenggam barang haram itu ditangannya.

Petugas Kepolisian pun mengamankan sabu seberat 0,18 gram dari kedua terdakwa serta satu set alat hisap berupa bong, pipet, kaca pirex. Perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan pasal 114, pasal 112, pasal 127 (1) huruf a Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis hakim yang diketuai Tiares Sirait dengan hakim anggota Justiar Ronald dan Novarina Manurung menunda persidangan hingga Senin (14/11/2016) mendatang untuk mendengarkan keterangan sakis-saksi. Atas dakwaan jaksa tersebut, kedua terdakwa didampingi pengacara Kencana Tarigan tidak mengajukan eksepsi.(H)

Berikan Komentar