Tersangka Dugaan Korupsi Disdik Karo Berdalih

oleh -440 views

garudaonline – Medan | Penyidik Subdit III/Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, seperti kesulitan mendalami dugaan penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Tanah Karo.

Soalnya, lima tersangka operasi tangkap tangan (OTT) tersebut membantah dugaan penggelapan tersebut.

Kasubdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Dedi Kurnia mengatakan, penyidik akan melakukan audit internal guna mendalami kasus dugaan penyelewengan dana BOS tersebut.

“Mereka berdalih kalau uang tersebut merupakan dana pertanggungjawaban olimpiade. Kita tetap adakan penyitaan barang bukti,” kata Dedi kepada wartawan, Rabu (4/1).

Menurut dia, penyidik masih melakukan audit intenal. Sebab, para tersangka terus berdalih, tidak memberikan keterangan secara terbuka.

“Kita akan lakukan audit internal. Uang itu alasan mereka untuk bayar honor-honor,” kesalnya.

Memang, sambung dia, penyidik tak melakukan penahanan terhadap lima orang tersebut. Namun, perkara itu tetap dilanjutkan.

“Audit internal tadi untuk melihat ada kerugian atau tidak. Kalau memang (honorer) itu sudah dibayar, berarti itu uang setankan,” sebutnya.

Sejauh ini, lima terduga pelaku itu bertahan dengan pernyataannya, sisa uang tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Namun, penyidik menemui kejanggalan.

“Kegiatannya bulan Maret sampai April sudah selesai. Sementara, Desember kok masih ada duit sisa lagi. Alasan bendahara, merupakan pertanggungjawaban yang ditunda,” bebernya.

Menurut dia, pihaknya terus mendalami dugaan penyelewengan dana BOS tersebut. Sejauh ini, penyidik sudah menyita sejumlah dokumen.

“Akan kita panggil pihak-pihak yang diduga terlibat. Bendahara dan Kadis (Disdik Karo), juga akan dipanggil. Minggu depan akan dilakukan,” pungkasnya.

(g/10)

Berikan Komentar