Tersangka Korupsi di SMKN Binaan Mangkir Dipanggil Kejari

oleh -183 views

garudaonline, Medan | Direktur CV Mahesa Bahari, Imam Baharianto mangkir dipanggil penyidik Kejari Medan untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi peralatan praktik dan perlengkapan pendukung teknis permesinan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Binaan Disdik Provsu Tahun Anggaran (TA) 2014 yang merugikan negara Rp4,8 miliar.

Tidak hadirnya Imam Baharianto merupakan yang pertama kali sejak dijadwalkan penyidik akhir Oktober 2016 lalu. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasi Penkum Kejatisu), Bobbi Sandri.

“Penyidik Kejari Medan sudah memanggil dia (Imam Baharianto) untuk diperiksa sebagai tersangka. Tapi, tersangka mangkir. Kejari Medan sudah kembali menjadwalkan ulang pemanggilan tersangka,” kata Bobbi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/11/2016).

Jika panggilan kedua nanti Imam masih mangkir, penyidik akan menyiapkan surat panggilan ketiga.

“Jika panggilan kedua juga mangkir maka pemanggilan ketiga kita layangkan. Jika kembali mangkir dalam panggilan ketiga, maka akan dijemput paksa,” jelas mantan Kasidik Kejati Sumsel itu.

Disinggung lamanya proses pemanggilan terhadap Imam yang sudah kurang lebih satu tahun jadi tersangka dan belum ditahan, Bobbi mengaku bahwa ada perpindahan penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Karena semua nya butuh proses. Penyidik kemarin sudah pindah, jadi Kejari lagi butuh tenaga karena BAP tersangka belum siap,” ungkap Bobbi.

Saat ditanya tentang adanya keistimewaan terhadap Imam Baharianto, Bobbi membantahnya.

“Tidak ada Kejari Medan mengistimewakan dia. Kalau beda (penangannnya), enggak dijadikan tersangka dia,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdik Sumut), Masri divonis oleh majelis hakim PN Medan yang diketuai Berlian Napitupulu selama 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Selain Masri, dalam kasus sama, dua terdakwa lain, Muhammad Rais selaku mantan Kepala SMKN Binaan sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Riswan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha, dihukum masing-masing selama 2 tahun 8 bulan penjara.

Untuk Rais didenda Rp 100 juta subsidair 4 bulan kurungan. Sementara Riswan didenda Rp100 juta subsidair 2 bulan kurungan. (Endang)

Berikan Komentar