Tiga Mantan Pimpinan Dewan Bantah Terima Uang Ketok

oleh -248 views

garudaonline, Medan | Tiga mantan pimpinan DPRD Sumut membantah telah menerima uang ketok. Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi suap pimpinan dan anggota DPRD Sumut sebesar Rp 61,8 miliar dengan terdakwa Gatot Pujo Nugroho selaku mantan Gubernur Sumut, Senin (23/1/2017).

Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014, Chaidir Ritonga mengaku tidak pernah menerima langsung uang ketok itu. Ia mengaku semua urusan uang dipercayakan kepada ajudannya bernama Agus Andriansyah.

“Setelah dipersidangan, saya baru tau ada uang ketok, uang sirup, uang untuk pengesahan LKPJ dan lain-lain,” katanya.

Menurut Chaidir, uang yang diberikan Ali Nafiah dengan total sebesar Rp 545 juta diterima oleh Agus dari tahun 2012-2015.

“Saya gak tau itu uang ketok atau uang resmi. Setelah dipersidangan, baru diakui ajudan saya bahwa uang yang dimaksud adalah uang ketok. Saya sudah kembalikan uang Rp125 juta ke KPK,” tandasnya.

Sementara itu, Sigit Pramono Asri selaku Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014 mengaku hanya meminjam uang Rp40 juta ke Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan dan diberi oleh Ali Nafiah pada Agustus 2013. Kedua, ia meminjam lagi pada orang yang sama pada November 2013 sekitar Rp50 juta.

“Pinjaman itu tidak ada tanda terima. Selain pinjaman itu, tidak ada lagi yang saya terima,” ujarnya.

Sedangkan Kamaluddin Harahap selaku Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014 bersisikuh tidak ada menerima uang ketok, kecuali haknya sebagai anggota dewan.

“Saya gak tau ada dana bergulir di anggota dewan. Pernah saya minjam uang Rp 240 juta ke Ali Nafiah. Selain itu, gak ada lagi,” cetusnya.

(endang)

Berikan Komentar