Tiga PNS Dishub Sumut Didakwa Lakukan Pungli Rp7 Juta

oleh -314 views
Tiga PNS Dishub Sumut menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (22/12/2016). Ketiganya didakwa melakukan pungli di Jembatan Timbang Dishub, Jalan Jamin Ginting Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang senilai Rp7 juta.

garudaonline – Medan | Tiga pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (22/12/2016).

Ketiganya didakwa melakukan pungutan liar (Pungli) di Jembatan Timbang Dishub, Jalan Jamin Ginting Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Dalam dakwaan yang dibacakan penuntut umum Tipikor dari Cabjari Pancurbatu, Fachri dan Anita menyebutkan bahwa ketiganya, yakni Edison Purba, Hasan Basri dan Parlindungan Harahap melakukan pungutan liar kepada para supir angkutan truk barang yang melintas di jembatan timbang.

“Adapun modus yang dilakukan mencari kesempatan dari kesalahan supir yang mengangkut barang melebihi tonase ketika saat ditimbang dengan meminta uang agar tidak dikenakan sanksi,” ucap JPU yang membacakan surat dakwaan dengan suara kecil nyaris tak terdengar.

Dalam dakwaan itu, JPU menyebutkan polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti uang sebesar Rp 7 juta lebih. Usai membacakan dakwaan, majelis hakim Toto Ridarto memberikan kesempatan kepada Julisman penasehat hukum ketiga terdakwa untuk mengajukan keberatan atas dakwaan.

“Yang mulia kami tidak akan mengajukan eksepsi,” ucap Julisman menanggapi dakwaan yang dibacakan JPU.

Julisman menyatakan dalam persidangan nantinya, pihaknya akan menghadirkan supir dan pengusaha angkutan sebagai saksi meringankan ketiga terdakwa. Tak hanya pihak supir dan pengusaha, Julisman juga nantinya meminta majelis hakim agar memerintah penuntut umum menghadirkan pejabat Dishub Sumut dalam kasus ini.

“Karena tak mungkin kasus ini terjadi apabila tidak ada pemicunya. Karena ada keanehan dalam kasus ini, hanya klien kami saja yang jadi terdakwa, sementara si pemberi baik sopir dan pengusaha angkutan tidak dijadikan terdakwa,” sebutnya.

(fidel)

Berikan Komentar