Tiga Terdakwa Kasus Perdagangan Kelamin Rusa Mulai Disidang

oleh -188 views

garudaonline – Medan | Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang perdana kasus perdagangan bagian tubuh satwa yang dilindungi, Selasa (10/1/2017). Tiga terdakwa antara lain Budi alias Akheng (34), Edy Murdani alias Edi (37) dan Sunandi alias Asai (61) didudukkan di kursi pesakitan.

“Terdakwa memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Debora Sabarita dalam dakwaannya.

Dalam persidangan terpisah itu, JPU menyatakan ketiga terdakwa ditangkap personel Polda Sumut pada Senin (17/10/2016). Penangkapan berawal saat petugas melakukan penyamaran untuk membeli kulit harimau seharga Rp70 juta.

“Petugas mendapat informasi tentang kegiatan jual beli kulit harimau. Lalu petugas melakukan penyamaran,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Jhony Siahaan.

Jaksa mengatakan setelah disepakati, maka transaksi jual beli kulit harimau dilakukan di Kamar 415 Hotel Madani, Medan. Saat itulah, petugas yang melakukan penyamaran langsung meringkus ketiga terdakwa. Bagian tubuh hewan yang dilindungi itu didapat terdakwa dari seseorang bernama Udin di Kecamatan Tunom, Aceh Jaya.

“Dari tangan ketiganya petugas menyita kulit harimau dalam keadaan basah dengan ciri-ciri kulit berwarna loreng kuning, 3 kg sisik trenggiling yang dimasukkan dalam plastik, kelamin rusa jantan, kulit ular dan tempurung kura-kura,” jelas JPU.

Ketiga terdakwa dijerat pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(fidel)

Berikan Komentar