Timsus Polda Sumut Gerebek Rumah Pengoplos Gas di Marelan

oleh -367 views
Wadirreskrimum Polda Sumut, AKBP Enggar Pareanom (tengah) didampingi Katimsus, AKBP Sandy Sinurat (kanan) memperlihatkan barang bukti tabung gas oplosan.

garudaonline, Medan | Tim Khusus (Timsus) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut menggerebek rumah yang difungsikan sebagai pengoplosan gas subsidi 3 kg menjadi 12 kg non subsidi di kawasan Marelan, Medan, Selasa (18/19) malam.

Dari lokasi penggerebekan Pasar I Rel Gang Serbajadi Lingkungan VI, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, polisi mengamankan 146 tabung gas terdiri 103 tabung gas subsidi 3 kg, 43 tabung 12 kg dan 12 buah regulator alat pemindah tabung gas.

Dari ratusan tabung yang disita itu di antaranya 39 tabung masih berisi dan 64 tabung lainnya sudah kosong. Turut diamankan 1 unit pick up Daihatsu Grand Max BK 9306 CJ.

Wadirreskrimum Polda Sumut, AKBP H Enggar Pareanom SIK S.Sos didampingi Katimsus, AKBP Sandy Sinurat kepada wartawan menjelaskan, dari penggerebekan itu pihaknya menangkap tiga tersangka masing-masing Sucipto (37) selaku pemilik rumah, Budi Hardiansyah alias Budi (34) berperan sebagai pelansir sekaligus penjual tabung gas dan Hermanto alias Herman (34) selaku operator pemindah gas dari tabung 3 kg ke 12 kg.

“Jadi, modus tersangka pengoplosan ini memindahkan gasnya melalui regulator alat pemindah tabung gas sederhana dengan cara melaga moncong tabung gas 3 kg ke tabung 12 kg,” jelas Enggar, Rabu (19/10).

Sementara AKBP Sandy Sinurat menambahkan, hasil penyidikan diketahui tersangka sudah melakukan praktik oplosan ini selama 4 bulan. Praktik itu tidak memiliki izin atau bukan pangkalan gas.

“Tersangka menjualnya masih di seputaran Medan dan mereka juga mengaku kalau memperoleh tabung gas bersubdi ini dari pedagang,” terangnya.

Tersangka Sucipto kepada wartawan mengaku, hanya memperoleh untung Rp20 ribu dari satu tabung 12 kg non subsidi yang dijualnya.

“Kami hanya jual Rp100 ribu per tabung makanya cuma dapat untung Rp20 ribu,” tandasnya.

Dalam kaitan itu, Sandy Sinurat turut mengimbau masyarakat jangan bermain oplosan gas seperti ini karena kasusnya atensi pemerintah.

“Poldasu akan menindak tegas karena kasus ini merupakan salah satu atensi pemerintah dengan dikenakan Undang-undang Migas,” tegasnya. (g/10)

Berikan Komentar