Tokoh Pesantren dan Aktivis: Ahok Tak Menista Islam

oleh -148 views

garudaonline – Jakarta | Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil untuk Konstitusi (AMSIK) menganggap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak berniat menistakan agama. Mereka menganggap ada sekelompok elit politik dan organisasi Islam garis keras yang memprovokasi kasus dugaan penistaan surat Al-Maidah 51.

“Saya berulang kali meneliti rekamannya, di mana titik penistaan agama, saya juga umat Islam,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah Banten, Neng Dara Affiah saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 10 Desember 2016. Sebagai pemeluk Islam, ia sama sekali tak merasa Ahok menistakan agamanya.

Neng Dara Affiah menganggap masyarakat diprovokasi oleh kepentingan politik dan kelompok Islam garis keras agar menjatuhkan Ahok. Neng mengatakan demonstrasi yang berlangsung tiga kali tersebut hanya mempertontonkan jumlah. “Bukan kualitas diri dan nuraninya.”

Menurut Neng Dara Affiah, ada gerakan penghasutan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok. Hal ini dapat mencederai hukum di Indonesia. Karena itu meminta, hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya untuk Ahok. “Proses hukum harus benar-benar berorientasi pada keadilan,” ucap dia.

Ketika nanti hakim membebaskan Ahok, dia meminta agar massa legowo dan menerima putusan hukum. Dia juga melihat saat ini ada umat Islam phobia terhadap beberapa hal. “Ulama harus menenangkan dan mendidik masyarakatnya, negara kita mau jadi apa kalau ini dikafirkan, ini dikriminalisasi.”

Aktivis Mochamad Monib juga senada dengan Neng. Ia mengatakan bahwa demonstrasi besar-besaran pada 212 dan sebelumnya adalah buah dari kesuksesan memobilisasi massa. “Karena ada kesuksesan membangun opini publik,” ucap dia.

Menurut dia, sebagian besar masyarakat juga belum mengetahui persis isi rekaman pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu tentang Al-Maidah 51. Justru tuduhan penistaan agama terhadap Ahok adalah subyektifitas yang kemudian diyakini bersama.(TM)

Berikan Komentar