Tujuh Sikap Muhammadiyah Terkait Kasus Ahok

oleh -268 views

garudaonline – Yogyakarta | Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik hasil keputusan Kepolisian Republik Indonesia yang menetapkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama disertai pencegahan ke luar negeri.

Muhammadiyah mengeluarkan tujuh poin sikap dalam konferensi pers yang digelar di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu, 16 November 2016. Pernyataan sikap itu dibacakan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir ditemani Sekretaris Agung Danarto serta jajaran pengurus.

Poin pertama, Muhammadiyah menyatakan percaya sepenuhnya jika penetapan Ahok sebagai tersangka telah berdasarkan prinsip hukum yang adil dan obyektif, yang telah diikhtiarkan dan dijalankan seoptimal mungkin oleh Polri. Hal ini merupakan bukti tegaknya hukum dengan baik serta terjaminnya eksistensi Indonesia sebagai negara hukum.

“Kedua, Muhammadiyah mengapresiasi komitmen Presiden RI Joko Widodo dalam mendukung sepenuhnya penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama tersebut,” ujar Nashir.

Ketiga, Muhammadiyah memberikan penghargaan tinggi kepada Kepala Polri yang telah menjalankan proses hukum tegas, cepat, transparan, dan berkeadilan. Muhammadiyah mengharapkan proses hukum yang positif tersebut pada tahap selanjutnya tetap berjalan obyektif dan seadil-adilnya.

Keempat, Muhammadiyah meminta setiap warga negara hendaknya belajar dari kasus ini, bahwa agama merupakan ajaran suci yang mutlak diyakini oleh para pemeluknya serta harus dijunjung tinggi keberadaannya sebagai dijamin konstitusi.

“Karenanya siapa pun harus menghormati setiap keyakinan agama, termasuk oleh pemeluk yang berbeda agama, dengan sikap luhur dan toleran,” ujar Nashir.

Kelima, Muhammadiyah meminta umat Islam dan semua pihak berlapang hati menerima hasil proses hukum tersebut serta mengawal dengan saksama agar hukum tetap tegak pada proses selanjutnya di pengadilan.

“Keenam, kami menyerukan kepada semua pihak elemen bangsa bersama menjaga keberadaan, kedamaian, kebersamaan, toleransi, dan suasana kondusif,” ujar Nashir.

Terakhir, Muhammadiyah mengajak semua rakyat Indonesia mencurahkan energi serta perhatian secara optimal dalam melakukan kerja-kerja cerdas dan produktif.(Ber)

Berikan Komentar