Ibrahim Hongkong Pernah Lolos dari Kejaran BNN saat Selundupkan Sabu 55 Kg

oleh -1.023 views
Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong (kiri) saat diperiksa penyidik BNN

garudaonline – Medan | Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong ternyata telah berulangkali menyelundupkan narkotika dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Sebelum tertangkap atas kasus 105 kilogram sabu dan 300 ribu pil ekstasi bersama rekannya, Anggota DPRD Kabupaten Langkat ini bahkan pernah membawa sendiri sabu seberat 55 kilogram dan lolos dari kejaran petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN-RI, Irjen Pol Arman Depari mengatakan dari hasil penyidikan, warga Dusun II Bakti RT 000 RW 000, Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat ini membawa sendiri sabu dari Malaysia seberat 55 kilogram pada pertengahan bulan Juli lalu.

“Pada waktu itu kegiatan Ibrahim sempat tercium dan dikejar anggota BNN. Tapi saat dikejar, ia menghilang di perkampungan di sekitar Pangkalan Susu,” Arman, Rabu 22 Agustus 2018.

“Dari pengakuannya, ketika dikejar oleh anggota BNN, sabu seberat 55 kilogram tersebut dibawanya dengan mobil dan dia sendiri yang menjadi sopir sehingga lolos dari pengejaran,” tambah Arman.

Arman menyebutkan tim BNN sejak kemarin melakukan pengusutan terhadap harta milik Ibrahim Hasan. Tim BNN menggeledah rumah dan mencari asset Ibrahim terutama di Aceh dan Langkat yang disinyalir terakait dengan Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Tak hanya memburu harta milik Ibrahim, tim BNN juga telah menangkap seorang tersangka lain bernama Firdaus alias Daus, terkait penyelundupan 105 kilogram sabu dan 30 ribu butir ekstasi tersebut. Daus ditangkap di Bandara Aceh saat baru saja tiba dari Kuala Lumpur,” jelasnya.

Menurut Arman, Daus adalah suruhan Ibrahim untuk mengantar sabu dengan speed boat dari pulau pinang (Penang) Malaysia ke tempat serahterima di tengah laut. Sebelum ditangkap, Daus sempat berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh.

“Setelah melakukan cek in dan cap pasport di imigrasi bandara, ternyata Daus tidak berangkat, kemudian keluar bandara dan pergi ke Kuala lumpur. Di Kuala Lumpur, Daus kembali membeli tiket pesawat lagi dan selanjutnya berangkat pulang ke Aceh,” terangnya.

Namun petugas BNN, lanjut Arman, sudah siap menangkapnya ketika turun dari pesawat, sehingga langsung diterbangkan ke Medan. Ketika akan diperiksa urine, Daus mengatakan agar dirinya tidak usah di test. Sebab Daus mengaku pasti positif karena ia setiap hari menggunakan sabu, terutama jika melaut.

“Dari keterangan tersangka Daus, setidaknya ia telah empat kali mengantar sabu ke tengah laut dan di upah Rp 80 juta. Dengan demikian terbukti bahwa Ibrahim Hongkong bukan hanya 1 atau 2 kali melakukan hal yang sama. Hingga saat ini, total tersangka yang ditangkap berjumlah 12 orang,” pungkasnya.

(voshkie)

Berikan Komentar