Imigrasi Belawan Deportasi 30 WN Bangladesh

oleh -215 views

garudaonline, Medan: Rumah Detensi (Rudenim) Imigrasi Belawan, Sumatera Utara mendeportasi sebanyak 30 orang warga negara Bangladesh ke negara asalnya, Jumat (11/1/2019). Ke-30 WN Bangladesh ini sebelumnya akan melakukan perjalanan ke Malaysia secara ilegal.

Kepala Rudenim Imigrasi Belawan Victor mengatakan ke 30 WN Bangladesh ini diamankan dari rumah salah seorang warga di Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Mereka masuk ke Indonesia secara resmi, namun berencana ke Malaysia melalui jalur ilegal.

“WN Bangladesh ini ditangkap oleh Polda Sumut di Tanjung Tiram pada Senin (17/12/2018). Mereka masuk ke Indonesia melalui jalur resmi. Kemudian mereka mau diberangkatkan ke Malaysia secara ilegal tanpa melalui pemeriksaan imigrasi,” kata Victor.

Tak hanya dideportasi, ke-30 WN Bangladesh ini, kata Victor, juga akan dikenakan tindakan administratif. Mereka akan dimasukkan dalam daftar cekal sehingga tidak boleh lagi masuk ke wilayah Indonesia.

“Mereka saat ini masih di Rudenim. Para WN Bangladesh ini akan dideportasi ke negara asalnya Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 17.00 wib melalui Bandara Kualanamu. Mereka akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Batik Air,” terangnya.

Victor menambahkan di Rudenim Belawan saat ini tercatat ada 68 orang warga negara asing antara lain 30 orang WN Bangladesh, 32 orang WN Myanmar, 1 orang India, 1 WN Iran, 1 WN Amerika, 2 orang Thailand dan 1 orang WN Srilangka.

“Jadi di Rudenim ada 68 orang WN asing termasuk 30 orang Bangladesh yang akan dideportasi ini. Mereka rata-rata ada yang over stay, melakukan illegal fishing, melakukan tindak pidana narkotika,” jelasnya.

Selama kurun Januari- Desember 2018, lanjut Victor, ada 125 orang warga negara asing yang telah dideportasi antara lain WN Somalia ada 20 orang, 67 orang Sri Langka, 4 orang Bangladesh, Afghanistan ada 8 orang, Nepal ada 2 orang, 6 orang WN Irak, Palestina 1 orang, WN Kamboja 5 orang, WN Sudan 1 orang, Myanmar 5, Thailand 3 dan WN Pakistan 3 orang.

“Jadi selama 2018, ada 125 orang warga negara asing yang telah kita deportasi ke negara asalnya. Mereka ada yang tersangkut masalah illegal fishing, tidak diterima di negara ketiga dan over stay,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar