Ingin Tampil Cantik, Hidung Perempuan Ini Malah Cacat Setelah Filler di Klinik dr. Geeta

oleh -705 views

garudaonline, Medan: Setiap orang, khususnya perempuan selalu ingin tampil cantik, muda dan seksi. Sebab itu segala jenis perawatan acap dicoba, tak ketinggalan beragam skincare yang menjanjikan wajah mulus dan tak menua.

Ditambah lagi akhir-akhir ini teknologi di bidang kecantikan semakin canggih, hidung pesek bisa dibikin mancung, pipi chubby bisa dibikin tirus, gigi simetris bisa dibikin rata layaknya model iklan pasta gigi, dan lain sebagainya.

Agaknya inilah yang menjadi alasan Che Sin, perempuan keturunan Tionghoa asal Medan merasa terpanggil untuk mempercantik dirinya.

Namun, niat hati mempercantik diri malah berujung cacat permanen di bagian hidung. Nasib itulah yang dialami Che Sin alias Diana (41) yang berobat ke praktik kecantikan Derma Med Clinic by dr. Geeta di Jalan S. Parman Medan.

Parahnya lagi, proses filler (penyuntikan zat asam ke bawah lapisan kulit hidung alternatif pengganti operasi plastik) ke hidung Diana seperti mengalami kegagalan, padahal sudah dilaluinya dalam kurun waktu 16 bulan lamanya.

Wanita kelahiran Medan, 31 Mei 1978 ini kepada wartawan, Kamis (21/3/2019) siang menceritakan, awalnya ia melihat di sosial media Instagram ada promo kecantikan di praktik dr Geeta. Tergiur promo potongan harga 30 persen itu, warga Jalan Selam VII Mandala by Pass Medan ini pun pun datang ke sana bersama suaminya.

“Waktu itu hari Rabu, 22 November 2017 saya datang dengan maksud mau filler hidung, wajah dan bottox. Saya datang jam 11.00 lalu pukul 14.30 dikerjakan langsung oleh dokter Geeta,” kata Diana memulai kisahnya.

Saat proses filler berlangsung, dr Geeta dua kali menyuntikkan ke hidungnya. Diana sempat bertanya kenapa banyak sekali namun dr Geeta menjawab tidak masalah biar supaya bagus.
“Setelah itu saya merasakan sakit dan panas bahkan tiga hari kemudian bengkak. Oleh dokter saya disuruh datang dengan kondisi hidung sudah merah melepuh,” beber Diana.

Lantas, sambung Diana lagi, oleh dokter Geeta disuntik dan filler dikeluarkan. Diana pun cemas. Ia bertanya apa bisa bagus lagi hidungnya. Menurut dokter satu bulan bisa bagus lagi.

“Tapi setelah saya tunggu sebulan tidak juga, saya pun cemas karena kemana-mana harus pakai masker,” kata Diana.

Bertepatan sebulan lagi mau Imlek, Diana pun mendatangi dr Geeta lagi. Diana ingin hidungnya sudah normal sebelum perayaan hari umat Budha itu. Dokter Geeta kembali memberi harapan. Ia bilang pada Diana tidak ada masalah dan yakin hidungnya akan sembuh. Namun nyatanya tidak juga. Hidung Diana semakin parah.
“Saya dijanjikan filler lagi katanya biar bagus lagi. Tapi kan filler itu baru bisa dibuat paling cepat enam bulan setelah filler pertama, jadi selama menunggu itu saya satu seminggu sekali datang kontrol. Setiap datang hidung saya disteamsel dan dilaser, begitu terus sampai saya kembali filler oleh dokter Geeta,” kata Diana lagi.

Tapi herannya, setelah proses filler tadi hidung Diana bukan menjadi bagus. Hidungnya malah semakin bengkak. Suami Diana pun komplain. Kembali lagi dokter Geeta berjanji akan memperbaikinya.

“Suami saya sudah marah-marah dan bilang jangan-jangan isteri saya jadi kelinci percobaan. Kami kan heran, hidung saya sudah dilaser dan disuntik macam-macam tapi kok hidung malah menjadi cacat, ada jendolan,” bilang Diana sambil menunjukkan hidungnya.

Lantas, melalui Herlina, asisten dr Geeta bilang mau diselesaikan baik-baik. Mereka mau mengganti rugi sebesar Rp 9 Juta. Diana menolak. Uang pribadinya saja sudah habis Rp 20 juta untuk biaya di dr Geeta.

“Saya cuma minta dokter bertanggung jawab, carikan dokter yang bisa memperbaiki hidung saya, kalau lah di luar negeri saya siapkan tiket dan hotel tapi biaya operasi dokter tapi dr geeta menolak dan hanya mau mengganti Rp 9 juta,” beber Diana.

Akibat digantung terus dan terlebih selama 16 bulan lamanya hidungnya bukan makin membaik melainkan semakin parah, ditambah lagi dr Geeta sudah memblokir nomor WhatsApp, Diana pun berani membongkar dugaan malpraktek ini.

“Saya sudah capek diberikan harapan terus sama dokter Geeta,” kecam Diana yang mengaku sudah menyiapkan pengacara untuk menangani masalah ini.

Sementara dr Geeta saat dikonfirmasi langsung ke tempat praktik kecantikannya gagal ditemui. Oleh staf di situ mengarahkan wartawan untuk menghubungi Danielsyah SH selaku kuasa hukum dr Geeta.

Anehnya, saat awak media menyambangi tempat praktiknya, dr Geeta terkesan sembunyi tidak mau menemui wartawan yang mencoba konfirmasi, mirisnya lagi seorang per awat datang mencoba menghalau wartawan ke ruangan seraya menggubungi via seluler Danielsyah dan mendadak memberikan pesawat telpon seluler itu pada wartawan.

Dari seberang telpon Daniel Syah membenarkan pasien bernama Diana dalam proses filler hidungnya belum selesai. Namun saat disinggung adanya dugaan malpraktek hingga mau mengganti rugi Rp 9 Juta, Danielsyah berang.

“Pertanyaan anda kok seperti penyidik saja. Jadi begini, kalau lah dia menyebut ada malpraktek ya laporkan saja ke polisi, silahkan saja kita siap kok. Justru mereka lah yang ingin memeras klien saya karena terus mengancam-ancam makanya klien saya mau memberikan uang Rp 9 Juta itu,” jawab Danielsyah singkat. (med24jm/dfn)

Berikan Komentar