Ini Kata Kapolda Sumut Soal Potensi Gangguan Kamtibmas di Tahun 2018

oleh -683 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpau didampingi Wakapolda, Irwasda dan pejabat utama Polda Sumut termasuk Kapolrestabes Medan menggelar konfrensi pers akhir tahun 2017 di Pos Lantas Lapangan Merdeka Medan

garudaonline – Medan | Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw memprediksi sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tanah air akan tertap terjadi di tahun 2018. Di antaranya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan kemananan.

Bidang ideologi salah satunya adalah adanya kelompok tertentu yang berkeinginan mengantikan ideologi pancasila dengan ideologi lain. Bidang politik salah satunya meningkatnya suhu politik menjelang pilkada serentak.

Kemudian bidang ekonomi, antara lain perkembangan ekonomi makro dan mikro dalam negeri berdampak terhadap fluktuasi ekspor komuditas unggulan, tuntutan masalah UMP UMK memicu unjuk rasa masyarajat, mahasiswa dan buruh.

Sementara di bidang sosial budaya dua di antaranya unjuk rasa maupun konflik horizontal vertikal dilatar belakangi masara SARA dan penyesuaian harga BBM bersubsidi masih mewarnai situasi keamanan, termasuk bencara alam erupsi Gunung Sinabung.

Di bidang keamanan, potensi gangguan kamtibmas yang diprediksi akan terjadi adalah kerawanan penyebaran paham terorisme dan radikalisme melalui propaganda ISIS berdampak timbulnya aksi kekerasan dan teror.

“Meningkatnya kejahatan konvensional, kejahatan antarnegara atau trans nasional crime, kejahatan yang merugikan negara, berimplikasi kontijensi, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di tahun 2018 bakal mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas.”

“Sebab, masih kurangnya kesadaran hukum masyarakat dan rendahnya vonis hukum bagi pelaku,” kata Kapolda Sumut saat menggelar konferensi pers akhir tahun 2017 di Pos Lantas Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (31/12/2017) sore.

Dikatakan, langkah antisipasi yang akan diambil Polda Sumut adalah memantapkan koordinasi dan membangun kerjasama dengan FKPD dan stake holder dalam rangka mewujudkan stabilitas kemananan.

“Kita juga akan meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaksanaan operasi dan kegiatan kepolisian, termasuk pemetaan potensi konflik dan penyusunan rencana aksi serta penambahan sarana dan prasarana guna mendukung pelaksanaan tugas,” ujar Kapolda Sumut.

Selain itu, sambung Kapolda, pihaknya juga akan meningkatkan profesional Polri dalam penanggulangan kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi dengan mengutamakan pencegahan dan memberikan perlindungan kelompok minoritas.

Kemudian meningkatkan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat skala besar dengan event-event penting. Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan TNI mengeliminir kasus terjadinya bentrok antarpersonel TNI dan Polri.

“Kita juga akan meningkatkan pengamanan objek vital, rumah-rumah ibadah dan tempat keramaian. Melakukan koordinasi dengan NU, Muhammadiyah dan alim ulama serta tokoh lintas agama dan melakukan penjagaan terhadap markas-markas komando maupun gudang senjata yang berpotensi menjadi sasaran,” papar Kapolda Sumut.

Pimpinan tertinggi dalam organisasi Polda Sumut itu juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengamanan dengan metode baldysistem bagi personel Polri di tempat terbuka, termasuk membuat primeter di tempat-tempat rawan untuk menghindari aksi teror yang dilakukan pengendara.

“Kta juga akan melakukan pemantauan terhadap orang-orang di wilayah masing-masing khususnya yang pernah kembali dari luar negeri seperti Irak, Suriah dan Filipina. Melakukan pemetaan terhadap kelompok radikal dan pengawasan terhadap pengeluaran/pembelian bahan kimia di toko.”

“Melakukan razia secara rutin terhadap orang dan barang serta memperketat pengamanan Konsul Amerika terkait pernyataan Presiden Amerika Donald Trump, termasuk meningkatkan kualitas pelaksanaan orasi kepolisian,” terang Kapolda Sumut.

BACA JUGA:

https://www.garudaonline.co/garuda/angka-laka-lantas-di-sumut-menurun-207-persen

https://www.garudaonline.co/garuda/74-personel-polda-sumut-dipecat-sepanjang-2017

(g.01)

Berikan Komentar