Inovasi Model Bisnis KAI untuk Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

oleh -21 views
Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT MRT William P. Sabandar, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. KAI bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) berkolaborasi dalam melakukan penataan kawasan stasiun kereta api di DKI Jakarta.

garudaonline – Bandung | PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara konsisten melakukan inovasi model bisnis untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Direktur Niaga KAI Maqin U Norhadi (kiri) dan Direktur Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono saat foto di depan Armada Taksi Bluebird usai pelaksanaan peresmian kerja sama antara KAI dan Bluebird di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam setahun terakhir, inovasi model bisnis yang KAI lakukan diantaranya adalah pengembangan kawasan Stasiun dan Integrasi Layanan dengan Taksi Bluebird.

“Inovasi model bisnis tersebut sebagai wujud dukungan KAI terhadap prioritas Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Kondisi Stasiun Sudirman setelah dilakukan penataan, dimana sudah tersedia akses bagi pejalan kaki yang nyaman untuk menuju ke stasiun dan sudah terintegrasi dengan transportasi lanjutan lainnya.

Pada 17 Juni 2020, dilakukan peresmian Stasiun Terpadu Tahap I hasil kolaborasi KAI dengan Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Adapun penataan dilakukan pada Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Pasar Senen, dan Juanda.

Kondisi Stasiun Pasar Senen setelah dilakukan penataan, dimana sudah tersedia akses bagi pejalan kaki yang nyaman untuk menuju ke stasiun dan sudah terintegrasi dengan transportasi lanjutan lainnya.

“Penataan ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna kereta api saat akan menuju dan tiba di stasiun. Karena setelah ditata, akses menuju stasiun lebih teratur dan dilengkapi integrasi antarmoda yang baik,” kata Joni.

Diharapkan dengan adanya integrasi antarmoda tersebut, akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum karena kemudahan yang ditawarkan.

Kondisi Stasiun Tanah Abang setelah dilakukan penataan, dimana sudah tersedia akses bagi pejalan kaki yang nyaman untuk menuju ke stasiun dan sudah terintegrasi dengan transportasi lanjutan lainnya.

Keberadaan Stasiun Terpadu juga akan meningkatkan nilai dari kawasan di sekitar stasiun.

Pengembangan juga dilakukan di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang. KAI kali ini bersinergi dengan PT Jaya Real Property Tbk, dimana groundbreaking-nya dilaksanakan pada 10 Agustus 2020.

Melalui kerjasama ini, Stasiun Pondok Ranji akan memiliki akses langsung ke wilayah perumahan Bintaro Jaya.

Stasiun yang terpadu seperti ini tentunya membuat mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan nilai masing-masing kawasan.

Konsep kerjasama antara pengembang perumahan dengan KAI seperti ini, akan diterapkan pada stasiun-stasiun lainnya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain untuk penataan dan pengembangan stasiun, Inovasi model bisnis juga KAI hadirkan dalam layanan Angkutan Penumpang dan Barang.

Sejak 16 September 2020, KAI memberikan layanan Last Mile atau transportasi lanjutan dengan menggandeng PT Blue Bird Tbk.

Dengan adanya integrasi layanan ini, KAI memberikan aksesibilitas ekstra bagi para pelanggan KA Jarak Jauh yang menggunakan aplikasi KAI Access dan pelanggan Rail Express.

Direktur Niaga KAI Maqin U Norhadi (tengah), Direktur Bluebird Sigit Djokosoetono (kanan), dan Chief Transformation Officer Bluebird Paul Soegianto membawa mockup tampilan aplikasi KAI Access yang sudah tersedia layanan Last Mile. Dengan adanya integrasi layanan ini, KAI menawarkan aksesibilitas ekstra bagi para pelanggan KA Jarak Jauh yang menggunakan aplikasi KAI Access dan pelanggan Rail Express.

Pelanggan KA Jarak Jauh akan mendapatkan opsi untuk memesan layanan taksi Bluebird pada aplikasi KAI Access langsung adaa saat pemesanan tiket.

Hadirnya layanan ini akan memberikan kepastian dan kenyamanan lebih bagi penumpang untuk melakukan perjalanan hingga tujuan akhirnya.

Bagi pelanggan Rail Express, barang yang dikirim dapat langsung di pick-up oleh Taksi Blue Bird dari stasiun kedatangan langsung ke tujuan akhir pengiriman.

Sehingga penerima barang tidak perlu repot-repot datang ke stasiun untuk mengambil barangnya.

Integrasi layanan pada aplikasi KAI Access dan layanan Rail Express ini sebagai upaya KAI untuk membentuk suatu ekosistem transportasi secara menyeluruh.

“Berbagai Inovasi model bisnis tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, sehingga BUMN mampu menjadi penggerak perekonomian nasional,” tutup Joni.

(rel/g.01)

Berikan Komentar