Israel dan AS Bersatu Gagalkan Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

oleh -237 views

garudaonline, Jakarta: Israel akan bekerja sama dengan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat demi menghentikan upaya Palestina untuk menjadi anggota tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kami sedang bersiap menghentikan inisiatif (Palestina). Palestina membayar para teroris dan mendorong kekerasan namun berupaya menjadi negara anggota PBB,” kata Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, Kamis (28/12).

Melalui sebuah pernyataan, Danon mengatakan bahwa pemimpin Palestina telah menerapkan “kebijakan destruktif yang mendorong serangan teror baru-baru ini” terhadap warganya di perbatasan.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya tengah “bersiap-siap bekerja sama dengan delegasi AS untuk memblokir inisiatif Palestina tersebut.”

Danon menyampaikan pernyataan ini setelah Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menyatakan negaranya akan mengajukan permintaan menjadi anggota penuh PBB kepada Dewan Keamanan bulan depan.

Maliki berencana berkunjung ke New York awal Januari nanti untuk secara langsung mengungkapkan permintaan Palestina tersebut ke markas PBB.

Delegasi AS di PBB tidak dapat langsung dimintai tanggapan terkait hal ini lantaran masih dalam masa penutupan pemerintahan.

Sejumlah diplomat di PBB menuturkan permintaan keanggotaan itu diajukan Palestina setelah Indonesia dan Afrika Selatan menjadi anggota tidak tetap DK PBB mulai tahun depan.

Kedua negara tersebut merupakan pendukung Palestina yang sangat vokal di forum internasional.

Dengan menjadi bagian penuh PBB, Palestina berarti diakui sebagai sebuah negara berdaulat di mata seluruh negara anggota organisasi tersebut.

Namun, jalan Palestina dinilai tak akan mulus. Sejumlah diplomat di PBB mengatakan setiap inisiatif dan langkah lainnya untuk mempermudah Palestina menjadi anggota penuh PBB akan terancam veto AS di DK PBB.

Dikutip AFP, berdasarkan aturan PBB, Majelis Umum memang harus menyetujui setiap permintaan negara untuk menjadi anggota organisasi tersebut.

Namun sebelum itu, permintaan keanggotaan harus lebih dulu diajukan melalui DK PBB. Untuk memenangkan persetujuan DK, Palestina setidaknya harus mengantongi sembilan suara dari total 15 anggota DK tanpa veto dari salah satu anggota tetapnya.

Anggota tetap DK PBB sendiri terdiri dari lima negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.

DK PBB dijadwalkan menggelar pertemuan bulanan terkait konflik Israel-Palestina pada 22 Januari mendatang. Namun, belum jelas kapan permintaan Palestina tersebut akan dirapatkan oleh dewan tersebut.

Selama ini, Palestina hanya menjadi pengamat atau non-anggota PBB. Status itu diberikan Majelis Umum PBB pada 2012 lalu.

Sementara itu, sekitar 137 dari total 193 negara anggota PBB saat ini telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara meski hanya dalam beberapa konteks tertentu. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar