Polisi Kerahkan Tokoh Agama, Istri Abu Hamzah Tetap Menolak Negosiasi

oleh -366 views

garudaonline, Jakarta: Kapolri menyatakan istri dan anak terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meninggal dunia dalam ledakan yang terjadi Rabu dini hari (13/3) di rumahnya di Sibolga, Sumatera Utara. Hal itu dikonfirmasi oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

“Ya mbak tapi tim belum bisa masuk tunggu sterilisasi dulu,” kata Dedi kepada awak media.

Menurut Dedi, info dari lapangan menyebutkan istri terduga meledakkan diri sekitar pukul 1.30 WIB di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Sumatera Utara.

Kata Dedi, saat ini tim kepolisian belum bisa masuk ke lokasi karena diduga masih ada sisa-sisa bom. Saat ini tim Labfor dan Inafis masih menunggu situasi aman untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga belum bisa mengevakuasi istri dan anak terduga teroris tersebut. “Ya masih menunggu clear and clean dulu baru bisa evakuasi,” ucapnya.

Sebelumnya upaya negosiasi terus dilakukan aparat kepolisian sejak Selasa (12/3/) siang. Akan tetapi istri dari terduga teroris Abu Hamzah menolak keluar dari rumah mereka.

Polisi pun meminta bantuan tokoh agama agar istri pelaku menyerahkan diri. Namun wanita itu bersama anaknya memilih tetap bertahan di rumah lantai 2 tersebut.

Ketika polisi berupaya masuk ke rumah mereka, ternyata di rumah itu ada bom.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut ‎dinilai radikal dan keras. “Istrinya cukup radikal dan keras‎,” ucap Tito kepada wartawan di Medan, Selasa malam. (CNN/dfn)

Berikan Komentar