Jatuh dari Gedung Tingkat 10, Pihak Oposisi Duga Fernando Alban Dibunuh Suruhan Maduro

oleh -436 views

garudaonline, Jakarta: Seorang anggota parlemen dari pihak oposisi yang dipenjara Pemerintah Venezuela tewas setelah jatuh dari lantai 10 badan intelijen Venezuela (SEBIN) tempatnya ditahan. Pemerintah Venezuela menyatakan Fernando Alban melakukan bunuh diri, tetapi partainya mengklaim Alban telah dibunuh oleh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Berdasarkan pernyataan dari Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol, Alban dipenjara pada Jumat pekan lalu setelah dituduh terlibat dalam ledakan dua drone di tengah parade militer yang dipimpin Maduro pada Agustus. Maduro menyebut insiden itu sebagai sebuah upaya pembunuhan atas dirinya.

“Saat itu dia akan dibawa ke pengadilan, ketika dia berada di ruang tunggu SEBIN, dia melompat dari jendela gedung dan jatuh, menyebabkan kematiannya,” demikian tulis Reverol melalui Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (9/10/2018).

Namun, keterangan yang berbeda disampaikan oleh Pimpinan Jaksa, Tarek Saab yang mengatakan bahwa Alban meminta menggunakan toilet dan melompat dari sana.

Sementara partai oposisi Partai Keadilan Utama mengatakan bahwa Alban telah dibunuh. Koordinator Nasional Partai Keadilan Utama, Julio Borges mengatakan, jasad Alban yang sudah tidak bernyawa dilempar dari markas SEBIN di Caracas Plaza Venezuela. Dia tidak memberikan bukti dan mengatakan dia meyakini Alban telah dibunuh.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta penjelasan kepada Presiden Nicolas Maduro terkait kematian Alban. Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker berada di Venezuela pada Senin untuk bertemu dengan pejabat pemerintah dan memberikan penilaian mengenai krisis ekonomi yang tengah terjadi di negara itu.(okz/voshkie)

Berikan Komentar