Gubernur Edy Rahmayadi: Jelang Natal, Harga Bahan Pokok di Sumut Aman

oleh -563 views

garudaonline, Medan: Pasokan bahan pokok di Sumatera Utara (Sumut) diklaim terkendali dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Saat ini di pasar tradisional dan modern tidak ada kenaikan harga signifikan terhadap barang kebutuhan pokok.

Hal itu terpantau saat tim dari Kementerian Perdagangan bersama rombongan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan ke Pusat Pasar Medan dan pasar modern di Medan, Rabu 5 Desember 2018.

Dari pantauan tersebut, tercatat harga ayam potong dijual Rp28 ribu perkg, daging segar dijual Rp110 ribu perkg, beras medium dijual Rp10.500- Rp12500 perkg, gula pasir dijual Rp11 ribu perkg, cabai merah dijual Rp11 ribu perkg, bawang putih dijual Rp20 perkg, tomat dijual Rp10 ribu.

“Untuk harga sayur masih stabil ya. Belum ada lonjakan harga. Tapi ya permintaan pembeli memang agak sepi,” kata Marbun salah seorang pedagang sayur di Pusat Pasar Medan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan RI, Karyanto Suprih mengatakan Pemerintah siap menjamin ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia. Jadi tak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat.

“Pemerintah daerah juga agar terus memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan pokok. Ini untuk menghindari terjadinya kenaikan harga, kekurangan stok atau pasokan dan gangguan distrubusi,” urainya usai peninjauan di Pusat Pasar Medan.

Menurut Karyanto terdapat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag RI dalam menyambut hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru yakni melalui penguatan penerbitan Permendag terkait seperti Permendag 20/2017, Permendag 57/2017 dan Permendag 96/2018.

“Kemudian melalui rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan pelaku usaha. Selanjutnya melalui pemantauan dan pengawasan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga. Terakhir melalui upaya penetrasi pasar untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia menjelang natal dan tahun baru,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan Sumut merupakan wilayah yang subur berbeda dengan provinsi lainnya. Begitupun Edy berharap kedatangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan ke Sumut, tidak ada hubungannya dengan tahun politik saat ini.

“Kenapa sampai pak Sekjen turun, saya sadar ada ketidakpercayaan terhadap saya sebagai penguasa di provinsi ini. Apapun bentuknya, sidaklah atau apalah segala macam, saya pasti tahu duduk persoalannya. Saat ini kita ada di musim politik, padahal saya yakin pak sekjen datang ke sini bukan untuk bincang politik. karena natal dan tahun baru sudah di depan mata. Kalau lah digambarkan, di sini ada bawang, daging, garam, semua bisa kita buat di Sumut,” bebernya. (dfnorris)

Berikan Komentar