Jika Terbukti, Nasdem Segera Copot Kadernya yang Terjerat Peredaran Narkoba

oleh -673 views
Pengurus DPW Nasdem Sumut memberikan keterangan pers di DPW Nasdem Sumut, terkait kabar penangkapan anggota DPRD Langkat dari Nasdem oleh BNN karena dugaan keterlibatan jaringan pengedar 150 Kg sabu, Senin (20/8)

garudaonline – Medan | Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) berhasil meringkus tujuh orang yang terlibat jaringan peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara.

Dari ketujuh pelaku, satu orang di antaranya disebut-sebut merupakan anggota DPRD di Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai NasDem.

Wakil Ketua Bidang OKK DPW Partai NasDem Sumut, Sudarto Sitepu mengaku telah mendapat informasi terkait kader partai bernama Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong anggota DPRD di Kabupaten Langkat yang dikabarkan terlibat penyeludupan 150 Kg sabu.

“Ada info yang kami dapat salah satu kader kita diduga melakukan tindak pidana narkoba. Hal tersebut sudah kita konfirmasi di DPD Kabupaten Langkat. Tetapi mereka belum bisa pastikan, tapi mereka sudah dengar, nama kader kita itu Ibrahim Hasan. Kasus ini sudah ditangai BNN Pusat,” urainya.

DPW Partai NasDem tak tinggal diam. Kasus itu pun telah dilaporkan ke DPP Partai NasDem. Apabila Ibrahim Hasan terbukti terlibat jaringan narkotika, NasDem akan memecatnya sebagai kader partai dan memproses PAW.

Pencopotan ini akan dilakukan setelah nantinya Ibrahim Hasan ditetapkan sebagai tersangka oleh BNN. Pencopotan tidak akan menunggu putusan pengadilan.

“Rapat di DPW sudah dilaporkan ke DPP. Surat segera kita proses ke DPP. Jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka langsung kita proses. Tapi kita komunikasi dengan Ibrahim Hasan belum,” tegasnya.

Ibrahim selama empat tahun terakhir, katanya, adalah kader Partai Nasdem. Sosoknya menurut Sudarto tidak terlalu menonjol baik sebagai kader maupun anggota DPRD Langkat. Ibrahim termasuk ke dalam salah satu pengurus Nasdem di Langkat.

“Nama Ibrahim kembali masuk dalam daftar calon sementara (DCS) DPRD Langkat dari Partai Nasdem. Selain memproses PAW, kita akan tarik dari DCS. Penangkapan Ibrahim sangat mengejutkan dan mempermalukan partai. Apalagi waktu tes urine untuk pencalegan dia lulus.,” terangnya.

Ketua KPU Langkat Agus Arifin yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Ibrahim Hasan termasuk salah satu Bacaleg Nasdem untuk Pemilu 2019. Namun, Agus mengaku lupa yang bersangkutan berada di dapil mana begitu juga nomor urutnya.

“Terkait pencalegan Ibrahim, kami akan berkonsultasi terlebih dahulu ke KPU Sumut. Memang ada tiga hal kasus hukum yang bisa membatalkan pencalonan seorang bacaleg yakni bila terlibat kasus asusila anak, narkoba, dan korupsi. Tapi kita akan konsultasikan dulu ke KPU Sumut,” jelasnya.

Terpisah, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan tujuh pelaku ditangkap dari tiga lokasi terpisah, di Perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu, serta Pangkalan Brandan, pada Minggu (19/8) dan Senin (20/8). Penangkapan ini dilakukan dalam operasi gabungan yang melibatkan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa.

Ketujuh orang tersebut masing-masing Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong warga Dusun II Bakti RT 000 RW 000 Desa Paya Tampak Kecamatan Pangkalan Susu Langkat, Rinaldi warga Gang Singapore Kampung Plawi Langkat, Ibrahim Jampok warga Desa Paya Tampak Pangkalan Susu, Ibrahim warga Pusung Baru Lhokseumawe Aceh.

Kemudian, A Rahman warga Lingkungan I, Pangkalan Brandan, Joko warga Sungai Bilah Barat Pangkalan Brandan, dan terakhir Amat warga Sungai Bilah, Pelabuhan Pangkalan Brandan.

“Adapun barang bukti yang diamankan antara lain sebuah kapal kayu berwarna biru, 3 karung goni diduga berisikan narkotika, mobil Fortuner warna Hitam BK 5 IH, uang tunai Rp 1.550.000, Handphone, ATM, paspor nomor 6019 0045 3176 8511, kartu anggota DPRD Langkat atas nama Ibrahim, sim card, dan STNK ” jelasnya.

Arman Depari menjelaskan, penangkapan ini bermula pada Minggu (19/8) pukul 14.30 WIB. Di situ tim gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa menangkap kapal kayu berwarna biru di Perairan Selat Malaka. Selanjutnya, dari kapal kayu tersebut diamankan empat orang dengan barang bukti 3 karung goni diduga narkotika.

“Setelah itu, dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tiga orang lainnya di Pelabuhan Pangkalan Susu, yakni masing-masing Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong (pemilik narkotika), Rinaldi (pemilik kapal), dan Ibrahim Jompok (kurir sekaligus penyimpan narkotika). Selanjutnya akan dilakukan pengembangan oleh BNN bersama BNNP Sumut,” pungkasnya.

(voshkie)

Berikan Komentar